• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kabareskrim: Penangkapan Djoko Tjandra Atas Perintah Presiden Kepada Kapolri

    Sku Metropolitan
    31/07/20, 10:57 WIB Last Updated 2020-08-09T18:55:58Z



    JAKARTA,MEDIA METROPOLITANTim khusus Bareskrim Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra setelah pelariannya ke Negara Malaysia. Kini, Ia sudah langsung dibawa ke Mabes Polri usai mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

    Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pemulangan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

    "Terhadap peritiwa tersebut pak Presiden perintahkan untuk cari keberadaan Djoko Tjandra dimanapun berada, dan segera ditangkap untuk dituntaskan sehingga semua menjadi jelas. Atas perintah tersebut kepada Kapolri, maka Kapolri bentuk tim khusus yang kemudian, secara intensif mencari keberadaan Djoko Tjandra," kata Listyo di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2020) malam.

    Menurut Listyo, setelah adanya intruksi tersebut, Bareskrim langsung bekerja keras menemukan keberadaan Djoko Tjandra. Sampai mendapatkan informasi yang bersangkutan  berada di Malaysia. Kapolri menindaklanjuti dengan melaksanakan proses  police to police.

    "Siang, Kami mendapat kepastian bahwa yang bersangkutan berada di Malaysia disuatu tempat. Kami bersama tim berangkat untuk melakukan pengambilan proses P to P (police to police) berjalan dengan lancar. Dan Alhamdulillah, Djoko Tjandra sudah berhasil diamankan,” kata Listyo.

    Penangkapan Djok Tjandra disebut Listyo sebagai komitmen Polri dalam melakukan penegakan hukum, sekaligus menjawab keraguan publik untuk terus melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan.

    “Tentunya kami akan tetap transparan dan objektif untuk mejaga marwah dan Institusi Polri. Sedangkan untuk proses Djoko Tjandra sendiri tentunya ada proses di Kejaksaan (Agung) yang akan ditindaklanjuti,” ujar Listyo.

    Lebih lanjut Listyo menyatakan, polisi akan memproses hukum kasus yang terjadi di internal kepolisian. Proses hukum yang dimaksud ialah, kasus terbitnya surat jalan Djoko Tjandra yang melibatkan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo.

    "Kita akan terus melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan secara tuntas untuk dapat kita pertanggungjawabkan ke masyarakat," tambahnya.

    Penjagaan ketat pun menghiasi pemulangan Djoko Tjandra. Ia pun tampak menggunakan baju oranye dengan tangan di borgol.

    Kini Djoko Tjandra dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP standar protokol kesehatan Covid-19 atau virus corona.

    Sebelumnya, kabar penangkapan Djoko Tjandra ini tersebar tak lama setelah Kepolisian mengumumkan penetapan pengacara Anita Kolopaking sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini berdasarkan barang bukti dan pemeriksaan 23 saksi.
    “Malam ini saya ingin mengupdate kasus berkaitan dengan Djoko Tjandra. Saya mengupdate berkaitan dengan penetapan tersangka Saudari Anita Kolopaking,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Kamis (30/7/2020).
    Argo mengatakan, 23 saksi yang diperiksa penyidik dalam kasus ini adalah 20 saksi di Jakarta dan 3 saksi di Pontianak, Kalimantan Barat.

    Penyidik juga telah menyita barang bukti antara lain surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19 dan kesehatan atas nama Djoko Tjandra. ( Martinus).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +