• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Cerita Pasien Positif Sembuh Corona: “Covid Ini Musibah!”

    Sku Metropolitan
    28/10/20, 14:21 WIB Last Updated 2020-10-30T13:25:09Z



    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN -  Salah seorang Warga Kabupaten Bekasi, Yuli Srimuliyanti (52) berhasil sembuh dari virus corona.Ia nyatakan negatif setelah menjalani perawatan serta karantina di Wisma Home President University di Kawasan Jababeka, Cikarang Utara kabupaten Bekasi.

    Wanita yang akrap dipanggil Yuli berbagi kisah mulai dari dinyatakan positif hingga akhirnya bisa sembuh dari corona

    Semuanya dimulai pada 11 Juli 2020, sehari setelah Yuli melakukan perjalanan menggunakan Kereta Api (KA) dari Sation Cikarang menuju Jakata, tiba-tiba Yuli merasakan sakit deman,sesak napas, batuk dan flu. Mengira, yang dialaminya typusnya yang kambuh. Yuli mencoba merawat dirinya sendiri mengkomsumsi obat-obatan yang biasa diminum.

    “Tetapi tiga hari mengkomsunsi obat-obat itu, Sakit yang dialaminya tidak sembuh-sembuh,” imbuhnya.

    Yuli pun, memutuskan untuk memeriksa di salah satu rumah sakit swasta di daerah Cikarang. Setelah dia diperiksa dokter. Dokter mengatakan bahwa apa yang dialaminya karena ada bakteri di paru-paru dan pembengkakan jantung. Kata dokter saat itu, kemungkinan Ia Positif Covid-19 dan menyarankan harus di evakuasi ke rumah sakit yang lebih besar.

    Tetapi Yuli menolak kalau disebut positif Covid-19. Namun, memilih agar dilakukan perawatan dirumah sakit itu .Kemudian, rumah sakit mengiakannya dan Yuli menjalani perawatan diruang isolasi.

    Selama lima hari menjalani  perawatan diruang isolasi seorang diri kondisi tubuh Yuli membaik, deman,batuk,radang tengorokan serta flu beangsur membaik. Akhirnya, Yuli meminta kepada dokter untuk diijinkan pulang. Sebab menurut Yuli, pemulihan sebaiknya dilakukannya di rumah.

    Beberapa hari dirumah yang sebelumnya Yuli merasakan demam, meriang, pusing, radang tenggorokan, hilang. Gejala itu berubah menjadi indra penciuman dan perasa Yuli yang mulai hilang.

    "Tiba-tiba saya mengalami kehilangan kemampuan indra penciuman dan Indra perasa,” ucapnya.

    Gejala itu mengingatkan Yuli pada tanda-tanda orang yang terinfeksi virus corona. Ia kemudian melakukan rapid test di rumah sakit terdekat.

    "Jadi saat saya coba cek rapid test hasilnya (positif), makanya  saya langsung diminta petugas medis untuk menjalani perawatan dan tidak boleh pulang kerumah," kata wanita yang juga aktivis kesehatan ini, Rabu (28/10/2020).



    Setelah terkonfirmasi positif corona, Yuli langsung berkonsultasi dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi. Iapun disarankan Gugus tugas  tetap tenang dan tidak kemana-mana karena petugas covid-19, akan menjemputnya untuk perawatan serta Karantina.Taklama menunggu, Yuli dijemput petugas puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan serta karantina.

    “Saya dikarantina di Wisma Home President University dan President University Convention Center di Kawasan Jababeka, Cikarang Utara dan ditempatkan di Kamar B3 No 15 setelah dijemput petugas medis Puskesmas,” katan wanita parubaya itu. 

    Yuli pun langsung dilakukan perawatan diwisma home President University. Ia dirawat sebagai pasien orang tanpa gejala (OTG).

    Selama di Karantina, Yuli banyak berdiskusi dengan sesama pasien. Mulai dari membicarakan obat yang dikonsumsi, hingga cara agar bisa cepat sembuh. Ia pun membeberkan obat yang dikonsumsi selama dirawat di Karantina Yuli sadar betul bahwa banyak orang yang mungkin takut mengakui bahwa dirinya positif Covid-19. Takut dikucilkan dan mendapat stigma dari masyarakat. Namun, Yuli memilih terbuka saat beberapa kali dihubungi warga dari lingkungan tempat tinggalnya,  keluarga dan teman-temannya.

    “Covid ini musibah, pandemi ini adalah musibah bukan aib!” ujarnya. 

    Tak disangka-sangka, ternyata respons positif Yuli dapatkan dari mereka, terutama selama masa karantina dukungan dari para tenaga medis dan para pasien lainnya  sangat berarti baginya untuk melawan virus yang ada di tubuhnya.

    Dukungan ini membuatnya yakin bahwa Covid-19 bukanlah akhir dari segalanya dan semuanya akan bisa diatasi. "Support dari teman-teman, teman-teman kantor, dari teman-teman yang lain, keluarga, itu sangat membantu. Memberikan penghiburan, kekuatan, membuat saya merasa enggak sendiri,” katanya

    Selama di Karantina, Yuli mendapat pelayanan cukup baik, mulai dari makanan sampai pemeriksaan kesehatan. 

    "10 hari menjalani perawatan dan karantin di Wisma Home President University, Saya dinyatakan sembuh setelah hasil swab negatif Covid-19 dan diperkenankan untuk pulang," imbuhnya. 

    Diakhir ceritanya sebagai seorang yang sudah dinyatakan positif Covid-19, Yuli meminta setiap orang untuk melindungi dan menjaga dirinya, serta mengikuti anjuran pemerintah.   

    "Buat saya, masyarakat kita harus disiplin menuruti imbauan pemerintah untuk social distancing, jangan kumpul-kumpul, dan physical distancing, jaga jarak meskipun di rumah," pungkasnya. (Martinus).

    Baca Berita :
    Putih Sari Ajak Perkuat Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan di Masa Pandemi
    Rincian Yang Diusulkan Penerima Vaksin Corona Tahap Pertama di Kabupaten Bekasi 
    DPPA APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2020 Resmi Disahkan
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +