• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Rincian Yang Diusulkan Penerima Vaksin Corona Tahap Pertama di Kabupaten Bekasi

    Sku Metropolitan
    25/10/20, 00:41 WIB Last Updated 2020-10-24T17:46:13Z

     

    Fhoto : Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten, dr.Alamsyah


    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN  - Pemerintah merencanakan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat akan dimulai pada awal November 2020. 

    Sejumlah daerah yang kini masih berada di zona merah atau risiko penularan Covid-19 tinggi  dipertimbangkan untuk mendapat prioritas pemberian vaksin. Salah satu daerah Kabupaten Bekasi menjadi  daerah yang akan menerima vaksin di tahap pertama.

    Penyusunan rencana tersebut termasuk siapa saja yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin pertama kali. Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten, Alamsyah, memaparkan, sejumlah 487.882 orang warga kabupaten Bekasi yang usulkan menjadi prioritas divaksin terlebih dahulu.

    “Rencananya vaksin Covid-19 akan diterima warga Kabupaten November 2020 mendatang tapi belum dapat dipastikan (tentatif), untuk jumlah yang diusulkan 487.882 orang warga,” kata Alamsyah kepada wartawan melalui Whataspp, Sabtu (24/10).

    Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi merinci  jumlah  penerima vaksin  yang diusulkan di tahap pertama ini, 234.546 orang di antaranya berasal dari kategori penduduk di tempat berisiko dan 212.454 orang lainnya merupakan warga yang masuk kategori karyawan perusahaan.

    Kemudian, 12.000 orang tenaga pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. 153 orang tenaga Palang Merah Indonesia (PMI) dan 8.552 orang tenaga kesehatan rumah sakit dengan alokasi penerima sebanyak 8.552 orang.

    “Rincian tenaga kesehatan 2.758 orang tenaga kesehatan klinik, 2.205 tenaga kesehatan di puskesmas, serta 500 orang dari tenaga kesehatan lainnya,” ungkap Alamsyah.

    Selanjutanya, 4.000 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, 50 orang di DPRD, 1.610 orang yang bekerja di kantor kecamatan serta 5.610 orang yang bekerja sebagai aparatur desa dan kelurahan. 

    Tak hanya itu, Pihaknya juga mengusulkan penerima vaksin tahap pertama, 1.603 anggota Kepolisian Metro Bekasi, 600 Orang prajurit Komando Distrik Militer (Kodim) 0509, 80 pegawai di kejaksaan.

    Serta, 834 pegawai kementerian agama, 27 Orang pegawai pengadilan agama dan 150 orang pengawai BPJS.

    “Penerima Vaksin tahap pertama pertama masih usulan, kita masih menunggu arahan dari pemerintah pusat , Jika usulan ini terealisasi , rencana tempat vaksinasi dilakukan di sejumlah puskesmas  serta  klinik dan rumah sakit,” ungkapnya.

    Meski demikian, masyarakat pun tetap dihimbau untuk tidak meninggalkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak), sebelum program vaksinasi dijalankan.

    “Masyarakat agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama selalu memakai masker standar, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” pungkasnya. (Red/Ely)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +