• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    6500 Warga Kabupaten Bekasi Terima Sertipikat Tanah Dari Pemerintah

    Sku Metropolitan
    10/11/20, 00:41 WIB Last Updated 2020-11-09T18:03:29Z

     


    KAB.BEKASI,MEDIA METROPOLITAN - Dalam rangka Puncak Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2020, Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 1 juta sertipikat tanah secara virtual di Istana Negara pada Senin (09/11).
     
     Sebanyak 6.500 Warga Kabupaten Bekasi juga turut menerima sertipikat tanah yang diberikan secara simbolis oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) kepada perwakilan warga Kabupaten Bekasi. Yang dilangsungkan di Command Center Gedung Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.
     
     Didampingi Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Presiden RI Joko Widodo membagikan 1 juta sertipikat tanah kepada masyarakat di 31 Provinsi dan 201 Kabupaten dan Kota, dalam rangka Bulan Bakti Agraria dan Tata Ruang.
     
     Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna mengatakan penyerahan sertipikat oleh Bapak Presiden secara virtual sebanyak 1jt sertipikat di tahun 2020. Dan di Kabupaten Bekasi sebanyak 2.500 dari jumlah 6.500 sertipikat
     
    "Alhamdulillah hari ini bisa dilakukan secara simbolis dan akan ditindak lanjuti oleh kepala BPN untuk penyerahan sertipikat ke masyarakat se Kabupaten Bekasi," ujarnya.
     
    Yana menargetkan, di tahun 2024 nanti semua bidang harus tersertipikatkan. Dirinya mengatakan untuk saat ini masih berjalan secara 50% dan sedang diusahakan sampai selesai.
     
    "Manfaatkan bahwa sertipikat ini merupakan hak kepemilikan masyarakat yang harus dijaga, dan dimanfaatkan. Tadi pak presiden menyampaikan dapat diolah sebagai modal usaha bukan sebagai modal konsuntif. Jadi untuk pemberdayaan pendapatan masyarakat bisa dimanfaatkan untuk agunan dengan perhitungan yang tepat, jangan sampai nanti luasannya tidak sesuai dengan uang yang dipinjamkan, sehingga tidak berbalik modal bahkan kehilangan sertipikat," pungkasnya
     
    Ditemui ditempat yang sama, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, T. Fadil Fadli mengatakan,  kantor pertanahan Kabupaten Bekasi membuat sertipikat pada tahun 2020 dengan memperoleh target sebanyak 28.000 bidang tanah. Tetapi untuk sertipikat hak atas tanahnya hanya dapat 22.000 bidang tanah
     
     "Yang diserahkan pada hari ini, 6.500 sertipikat, sedangkan yang lainnya telah kita serahkan berkala sehubungan dengan diserahkan oleh presiden pada waktu-waktu sebelumnya," tuturnya.
     
    Dirinya juga menambahkan, target untuk Kabupaten Bekasi 22.000 sertipikat tanah untuk tahun ini. Dan pada hari ini diserahkan 6.500 sertipikat tanah. Ia juga menargetkan di tahun 2024 agar mencapai sertipikat seluruh Kabupaten Bekasi secara lengkap. Karena masih banyak bidang yang belum bersertipikat di Kabupaten Bekasi.
      
    "Untuk itu, kita coba memetakan desa demi desa yang ada di Kabupaten Bekasi, sehingga seluruh bidang tanah terukur, terpetakan dan terdaftar dan dapat diterbitkan sertipikat A nya," pungkasnya.
     
    Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, sertipikat yang diserahkan merupakan hasil program strategis Kementerian ATR/BPN melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Redistribusi Tanah tahun anggaran 2020.
      
    “Satu juta sertipikat adalah jumlah yang sangat besar sekali. Mengingat sebelum program ini setiap tahun sebelum 2017, setiap tahun, kita hanya keluarkan kurang lebih 500 ribu di seluruh Indonesia,” kata Presiden Jokowi
     
    Dia mengatakan bahwa total luas bidang yang sudah terbit sertipikatnya sekitar 18,9 juta bidang atau 5,3 juta hektare. Dia pun ingin agar seluruh tanah di Indonesia sudah bersertipikat pada 2025
     
    "Target kita itu di 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia ini harus sudah bersertipikat. Insya Allah sudah bersertipikat. Nggak ada lagi orang punya tanah tapi ngga punya sertipikat. Harus, 2025. Termasuk sertipikat untuk tempat ibadah. Semuanya harus. Untuk masjid, gereja, pura, semuanya sudah harus bersertipikat," katanya. (Ely)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +