• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Prihatin!!!! RS Penuh, Pasien Covid-19 Meninggal di Rumah

    Sku Metropolitan
    04/01/21, 12:10 WIB Last Updated 2021-01-04T05:10:43Z

     

    KAB, BEKASI, MEDIA METROPOLITAN-- Pandemi Corona di Kabupaten Bekasi belum mereda hal ini terbukti Rumah Sakit rujukan semua penuh. Seorang pasien suspek Covid-19 berinisial M Y, (52) di Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan meninggal dunia di Rumah, Minggu (3/1/21) pukul 18.00 WIB.

    Pengurus RT 09/14, Muharso, mengatakan,” kami jadi prihatin dengan kondisi pasien yang meninggal di rumah. Kami telah melaporkan kondisi pasien ke petugas kesehatan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, tetapi karena rumah sakit rujukan semua penuh, akhirnya pasien tersebut meninggal di rumah “.

    Sementara pengurusan jenasah yang dilakukan oleh petugas penanganan Covid Desa Mangunjaya dibantu keluarga pasien. Warga tidak berani mendekat ke jenazah karena takut tertular Covid-19, katanya.

    “Pemakaman dilakukan oleh warga tanpa dibantu petugas Gusus Covid-19. Segala biaya yang dibutuhkan untuk pemakaman ditanggung oleh warga,” ujarnya.

    Muharso juga mengatakan, “ tidak adanya bantuan dari pemerintah untuk pemakaman korban Covid-19, kami memesan Peti dan Mobil Jenazah di pesan dari Kota Bekasi serta biaya penggalian pemakaman menjadi tanggugan warga, ” tambahnya.

    Teripisah, istri MY, Suprapti (52), menjelaskan, awalnya saya mengalami kurang enak badan, lalu kami bersama anak saya melakukan swab mandiri di RS Hermina Grand Wisata, hasilnya Positif. Karena kami dinyatakan Positif, anak saya dan Suami juga melakukan Swab di RS Hermina Grand Wisata. Pengambilan sample tanggal 30 Desember 2020 dan Validasi hasil tanggal 01 Januari 2021.

    Menurut Suprapti, suaminya MY mengidap penyakit lambung, pada hari Minggu sekitar pukul 15.00, suaminya mengalami  sesak napas dan meminta ke pengurus RT agar menghubungi pihak kesehatan agar dijemput untuk dirawat. Tetapi tidak ada jawaban dari pihak Dinas Kesehatan, pengurus RT memberi Oksigen untuk pertolongan pertama. Tetapi pukul 17.45, Suami sudah tidak bergerak lagi. Untuk memastikannya Petugas Bidan Desa dari Puskesmas Mangunjaya datang, dan dinyatakan telah meninggal. Bidan desa bersama temannya yang juga dinas di bidang kesehatan serta keluarga yang juga sebagai petugas Covid di Jakarta, melakukan persiapan untuk pemakaman, jelasnya.

    Sementara itu juru bica Civid-19 Kabupaten Bekasi, Dr. Alamsyah, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, “ kami telah berupaya agar pasien tersebut bisa dirawat, tetapi semua ruangan sudah penuh “.

    Ketika disinggung tentang biaya pemakamannya, Dr Alamsyah menuturkan, kalau meninggal dirumah tidak bisa di klaim ke Pemeritah, tuturnya. (dpt)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +