• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    CBA : Ada Dugaan "Mark Up" Pekerjaan pada Bekraf, KPK Diminta Turun Tangan

    Sku Metropolitan
    25/02/21, 13:36 WIB Last Updated 2021-04-07T17:18:01Z
     
    CBA : Ada Dugaan "Mark Up" Pekerjaan pada Bekraf, KPK Diminta Turun Tangan
    Fhoto : Kordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman/Doc


    KAB.BEKASI,MEDIA METROPOITAN - Center for Budget Analysis (CBA) menemukan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dugaan Tipikor terkait kegiatan Bekraf for pre-startup (BEK-UP) pada tahun 2018 yang diselenggarakan di 10 kota dengan nilai proyek Rp2,6 miliar.

    “Untuk kegiatan BEK-UP, pihak Bekraf memenangkan PT CC dengan nilai kontrak Rp2.601.418.600. Dengan perjanjian kontrak pada 03 Oktober 2018, lokasi pekerjaan di 10 kota, (Bandung, Yogyakarta, Malang, Makasar, Medan, Padang, Semarang, Balikpapan, Tangerang, dan Denpasar. Selanjutnya,dilakukan vinal evaluation di Jakarta,” kata Kordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman, melalui reles persnya kepada Metropolitan, Kamis (25/2/2021).

    Menurut, Jajang, dalam kegiatan BEK-UP, CBA menemukan potensi kerugian keuangan negara Rp705.516.561 dalam kegitan  BEK-UP tersebut dengan banyak ditemukan modus-modus di antaranya diduga tidak sesuai fakta di lapangan dan  dugaan kelebihan pembayaran (dugaan mark up).

    Adapun, rinciannya sebagai berikut.

    “Pertama, terkait peserta acara BEK-UP di 10 kota, yang dilaporkan pihak Bekraf tidak sesuai fakta di lapangan. Hal ini diduga sebagai modus markup anggaran. Sebagai gambaran, acara di Kota Bandung pihak Bekraf melaporkan menghabiskan anggaran Rp148.080.000 faktanya hanya Rp62.660.000. Begitupun di 9 kota lainnya, total dugaan mark up anggaran terkait peserta acara sebesar Rp655.188.000,” kata Jajang.

    Kedua, lanjutnya, honorarium Mentor diduga fiktif. Pihak Bekraf untuk biaya mentor melaporkan bayaran perjam sebesar Rp300.000. Dalam pembiayaan ini ditemukan Sebanyak 64 kegiatan dengan total biaya honorarium mentor Rp.25.200.000 diduga fiktif .

    kemudian yang Ketiga, dugaan mark up biaya perjalanan dinas pejabat Bekraf selama acara BEK-UP di 10 kota sebesar Rp20.838.534. Dugaan mark up ini terkait biaya tiket pesawat dan tadi 18 pejabat Bekraf.

    “Terakhir, dugaan mark up paket meeting fullboard dalam kegiatan final evaluation di Jakarta sebesar Rp4.290.000,” ungkapnya.

    “Dari 4 temuan di atas, potensi kerugian negara sebesar Rp705.516.561. Berdasarkan catatan ini CBA  meminta KPK segera membuka penyelidikan terkait proyek BEK-UP di tahun 2018.  Panggil dan periksa pejabat terkait, seperti Pokja ULP,PPK, dan Kepala Bekraf yang saat itu menjabat,” tutupnya. (Red/Martinus).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +