• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Diduga Goda Istrinya, Suami Tikam Pria ini Hingga Luka Parah

    Sku Metropolitan
    12/02/21, 20:21 WIB Last Updated 2021-03-13T09:40:26Z




    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN –  Seorang pria ber inisial S (30), Warga Kampung Sadang, Desa Ragemmanunggal Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menikam seorang Pengawai swasta, Cahyadi (38), hingga terluka parah lantaran terbakar api cemburu. Pelaku yang berprofesi sebagai pendangan buah ini, sakit hati karena diduga  kerap mengoda istrinya.

    Peristiwa berdarah  itu nyaris meregut nyawa Korban, yang merupakan warga Kampung Ciranji Timur, Desa Ragem Manunggal, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

    Kasus penganiaya ini,  menurut Kapolsek Setu AKP DR.Dedi Herdiana,SH MH, terjadi disalah satu warung Pecel lele, Saat diwarung  itu korban meledeki dan bersikap sinis kepada pelaku. 

    “Pelaku yang kesal langsung naik pitam, kemudian Pelaku, memukul dan menusuk korban menggunakan pisau warung Pecel lele sebanyak dua kali dibagian pinggang dan punggung, hingga korban tersungkur bersimbah darah,” kata Kapolsek.

    Lanjutnya,  warga yang melihat peristiwa tersebut dan melihat  korban dalam keadaan terluka bersimbah darah, kemudian   membawanya ke rumah sakit terdekat. Beruntung, korban berhasil diselamatkan, sementara pelaku yang melihat korban terluka langsung melarikan diri.

    "Pelaku kita amankan setelah mencoba melarikan diri, usai melakukan penganiayaan terhadap seorang karyawan swasta,” Kapolsek.

    Baca berita ;


    Kepada Polisi, Pelaku mengaku, nekat menganiaya karena kesal dan sakit hati, korban sering menganggu dan mengoda Istrinya. 

    Dari tangan pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa satu bilah pisau yang di gunakan pelaku menganiaya korban dan beberapa barang bukti lainnya.

    "Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang  tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau hukuman,"pungkasnya.(Ely/Martinus)

    Baca Berita :
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +