• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Dirus PDAM Tirta Bhagasasi: Kami Tidak Bisa Mengembangkan dan Mempertahankan

    Sku Metropolitan
    06/03/21, 21:05 WIB Last Updated 2021-04-07T17:10:05Z

     
     
    Dirus PDAM Tirta Bhagasasi: Kami Tidak Bisa Mengembangkan dan Mempertahankan



    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN – Berbagai keluhan PDAM masih berdatangan pasca diangkatnya Dirut Utama (Dirut)  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi ketiga kalinya, kali ini penolakan kenaikan tariff air yang disampaikan oleh Forum Komunikasi Graha Asri (FKMG).
     
    Hal ini itu membuat komisi I DPRD Kabupaten Bekasi memanggil pihak PDAM  Tirta Bhagasasi untuk mengklarifikasi apa yang menyebabkan kenaikan tarif air.

    “Kami diundang oleh Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, dalam undangan tersebut ada Konsumen PDAM Graha Asri . dimana  Forum Komunikasi Graha Arsi dalam rapat menyampaikan  menolak diadakan kenaikan karena situsi yang belum pass dan saat ini masih dalam Pademi Covid-19,” ucap Direktur Usaha (Dirus) PDAM Tirta Bhagasasi Maman Sudarman, kepada Metropolitan usai mengikuti rapat ,Jum’at (5/3/2021).
     
    Menurut Maman, alasan pihaknya, karena sudah 6 tahun tidak ada menaikkan tarif air.  sedangkan biaya produksi yang timbulkan setiap tahunnya naik, misalnya biaya listrik pihaknya di bebankan golongan industri. Lalu, yang kedua adalah kenaikan bahan baku kimia dan ketiga adalah kenaikan air baku setiap tahunnya.

    Baca Berita :
    Agar Tak Gelar Aksi di PDAM TB Ada Dugaan Upaya Berikan Amplop
    Tuai Polemik, SK Pengangkatan Dirut PDAM Tirta Bhagasasi di Protes Berbagai Aktivis
    Spartan Tuntut Bupati Cabut SK Pengangkatan Dirut PDAM Tirta Bhagasasi
    Posisi Plt Dirut PDAM Tirta Bhagasasi Terkesan “Dipaksakan”, DPRD Minta SK Dibatalkan

     
    “Dari ketiga komponen itu, kami tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal, baik itu pelanggan yang sudah eksis, maupun pelanggan yang baru,” jelas maman.
     
    Ia mengutarakan bahwa saat ini, setelah pemisahan jumlah pelanggan PDAM di wilayah Kabupaten Bekasi 180.000. Kemudian, jumlah yang mengajukan pemasangan baru pihaknya hanya bisa melayani 13 ribu dari  jumlah 150 ribu yang mengajukan pemohon pemasangan baru setiap tahunnya.
     
    “Kalau  tidak ada penyesuaian tarif,pertama kami tidak bisa menggembangkan untuk sambugan Baru itu, Kedua mempertahankan produksi. Saat ini juga, kita kekurangan biaya,” ucapnya.
     
    Kendati demikian Maman mengklaim bahwa penetapan tarif terlebih dahulu sudah dikonsultasikan dengan wakil atau forum pelanggan dan sudah dilakukan sosialisasikan di  media.Pihaknya juga sudah melakukan monitoring dan survey siapan masyarakat saat ini.
     
    Dimana menurut Maman, bahwa penyesuain tarif juga sebelumnya diajukan pada tahun 2015-2019, tetapi kenaikan itu ditunda oleh Pemilik, karena di tahun-tahun tersebut adalah ada momen politik.  Padahal menurut Maman, pihaknya sudah melakukan sosialasi dan meminta masukan dari berbagi elemen masyakat.
     
    “Dari Pemiliknya ada situasi Pilkada, ada Pilpres, Pileg. Momen itu yang menjadi pengedali kita, karena itu adalah momen Politik. Sebetulnya, bagus-bagus saja, tapi karena kemauan Bupati kita ikutin,” ujarnya.
     
    Iapun mengungkapkan, penyesuaian tarif baru kenaikan nya 15% sampai 20%,  Kenaikan tarif tersebut merupakan keputusan Bupati Bekasi sebagai Owner,  Bupati  yang menandatangani dan mengijinkan kenaikan tarif.
     
    “Kenaikan sisi pesentasi 15%-20%, tidak Gede (red-Besar), Kenaikan itu berdasarkan SK Bupati, kalau kami tidak bisa menunda, inikan SK Bupati ,"pungkasnya.



     
    Dilangsir dari lama PDAM Tirta Bhagasasi, penetapan tarif tahun 2021 disesuaikan dengan golongan pelanggan, seperti Golongan Sosial, Rumah Tangga, Niaga hingga Industri.
     
    Masing-masing golongan tersebut juga dibagi ke dalam beberapa kategori, seperti Golongan Sosial 1A, 1B, dan 2A1; Rumah Tangga 2A1, 2A2, 2B dan 3C; Niaga 4A, AB dan 4BC; serta Industri 5A,5Bdan 5C.
     
    Besaran tarif pada 1-10 kubik pertama golongan Sosial 1 A (sosial ) yang sebelumnya Rp1.050 Permeter kubik naik menjadi 1.300 pemeter kubik, kemudian golongan sosial Khusus   tarif untuk 1-10 meter kubik pertama sebelumnya Rp1.050 permeter kubik naik menjadi Rp1.400 pemeter kubik.
     
    Adapun untuk golongan rumah tangga 2A, penggunaan 1-10 meter kubik pertama tarifnya yang sebelumnya Rp3.100 pemeter kubik naik menjadi Rp4.100 pemeter kubik. Tetapi untuk penggunaan 11-21 meter kubik tarifnya menjadi Rp4.800 permeter kubik.
     
    Kemudian, golongan rumah tangga 2B , penggunaan 1-10 kubik pertama tarifnya yang sebelumnya Rp3.500 pemeter kubik naik menjadi Rp4.400 pemeter kubik, maka  tarif penggunaan 11-21 meter kubik tarifnya menjadi Rp6.700 permeter kubik.
     
    Lalu, besaran tarif golongan rumah tangga 3C, penggunaan 1-10 kubik pertama tarifnya yang sebelumnya Rp5.000 pemeter kubik naik menjadi Rp6.300 pemeter kubik. maka  untuk penggunaan 11-21 meter kubik tarifnya menjadi Rp6.700 permeter kubik.
     
    Sementara, bagi pelanggan golongan niaga  Kecil 4A , tarif  penggunaan 1-10 kubik pertama mencapai Rp8.100 per meter kubik dari sebelumnya Rp.6.066 per meter kubik. maka  untuk penggunaan 11-21 meter kubik tarifnya menjadi Rp9.009 permeter kubik. ( Ely/Martinus)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +