• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Demo di KPK, GMNI Minta Usut Anggran Pembagunan Toilet

    Sku Metropolitan
    13/04/21, 01:52 WIB Last Updated 2021-04-12T18:58:13Z

     

    Demo di KPK, GMNI Minta Usut Anggran Pembagunan Toilet

    JAKARTA, MEDIA METROPOLITAN - Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) cabang Kabupaten Bekasi  melakukan aksi unjuk rasa di depan  Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Selasa (12/4/2021).

    Dalam aksinya massa menyampaikan tuntutan, di antaranya minta KPK terjun bebas menyelidiki dugaan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) Pembangunan toilet SD dan SMP dilakukan massal sebanyak 488 titik yang  menelan total anggaran hingga Rp98 miliar.

    “Kami datang ke gedung KPK, untuk meminta KPK melakukan penyidikan terkait anggaran Toilet yang cukup Fantastik harganya, karena kami menduga terkait persoalan toilet mengandung unsur KKN," kata Ketua DPC GMNI Kabupaten Bekasi, Yogi Trinanda kepada Wartawan.

    Selain melakukan aksi damai, Yogi mengungkapkan, Pihaknya, juga menyerahkan beberapa dokumen kepada KPK, untuk menjadi dasar Penyelidikan dan Penyidikan KPK di wilayah Kabupaten Bekasi, terkait anggaran Toilet Sultan.

    "Kita berharap, hasil investigasi yang di lakukan GMNI bisa di proses lebih cepat, apakah ada unsur KKN atau tidak oleh KPK," jelas dia.

    "Kita dalam sepekan kedepan, tinggal menunggu balasan kabar dari KPK, yang nanti akan di informasikan dari KPK ke DPC GMNI Kabupaten Bekasi," tambah dia.

    Ditambahkan Yogi, tuntutan yang disampaikan oleh DPC GMNI kabupaten Bekasi terdapat tiga point satu di antaranya, mendukung KPK mengusut tuntas dugaan Anggaran Toilet yang mencapai Milliaran Rupiah.

    "Kami juga mendukung KPK mengusut tuntas dugaan aliran dana ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD  Kabupaten Bekasi, untuk meloloskan Anggaran Toilet," tambahnya.

    "Dan yang terakhir, mendukung KPK memeriksa Bupati dan pejabat Dinas, terkait Anggaran Toilet yang di duga melakukan Korupsi," tandasnya. (Ely/Martinus)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +