• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Ridwan Kamil Sebut Covid-19 Varian Delta Sudah Menyebar di 9 Daerah Jabar

    Sku Metropolitan
    30/06/21, 22:00 WIB Last Updated 2021-07-02T09:28:09Z
    Ilustrasi Covid-19


    BANDUNG, MEDIA METROPOLITAN Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melaporkan, kasus virus COVID-19 varian delta sudah ditemukan di sembilan daerah di Jabar. Hal itu berdasarkan hasil analisis terhadap data pengurutan genom utuh (whole genome sequencing/WGS). 
     
    “Dari varian delta, kita melakukan whole genome sequencing. Sudah ada di Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Karawang dan Subang,” kata Kang Emil sapaan Ridwan Kamil dalam jumpa pers secara virtual di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (30/6/2021). 

    Kang Emil menuturkan, varian delta menular lebih cepat dari jenis virus COVID-19 lainnya. Guna menekan penyebaran varian delta di Jabar, ia mengimbau masyarakat untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M. 

    “Virus varian delta itu sama, menularnya cepat, mematikannya ternyata kalau dilawan dengan prokes tidak akan menular,” tuturnya. 

    Berdasarkan laporan yang diterima Kang Emil dari dari pihak Rumah Sakit Borromeus, virus varian delta ternyata sudah mencecar generasi muda. “Varian delta sudah mendapati pasien muda berdasarkan laporan dari RS Borromeus. Tapi, cepat sembuhnya,” katanya.

    Selain melaporkan kasus varian delta, Kang Emil mengatakan bahwa stok oksigen di Jabar masih aman. Namun, menurutnya, manajemen distribusi oksigen menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan. 

    “Ketersediaan oksigem mencukupi. Yang menjadi tantangan adalah manajemen distribusi. Di Depok langka, di Bandung melimpah. Sekarang dihitung, kalau bisa kita punya neraca manajemen oksigen dalam seminggu, dua minggu ke depan,” ucapnya. 

    “Jabar juga turut membantu suplai oksigen ke Jawa Tengah yang alami kekurangan stok,” tambahnya. 

    Kang Emil pun mengimbau masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk tidak berlomba-lomba menstok tabung oksigen. 

    “Kita dahulukan kepada rumah sakit yang memang menurut kajian dokter dia perlu menggunakan tabung oksigen. Kalau yang isoman berasumsi sendiri untuk cadangan dan lain-lain nanti menimbulkan kewalahan suplai untuk rumah sakit yang lebih darurat,” ucapnya. (Supriyanto)


    Baca Berita :
    Presiden Jokowi Resmi Umumkan PPKM Darurat  Mulai 03-20 Juli 2021
    Jabar Bersiap Memberlakukan PPKM Mikro Darurat
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +