• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Serapan Anggaran OPD Pemkab Bekasi Masih di Bawah 30 Persen

    Sku Metropolitan
    13/06/21, 12:36 WIB Last Updated 2021-06-15T11:30:35Z


    Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Ani Rukmini/Doc Metropolitan


    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN - Serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih rendah pada semester pertama 2021. Penyerapan anggaran di sejumlah OPD Pemkab Bekasi rata-rata masih di bawah 30 persen hingga juni 2021.

    Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Ani Rukmini, meminta pemerintah daerah fokus terhadap dalam penyerapan anggaran tahun 2021.

    “Harus dipercepat penyerapannya. Ingat perekonomian masyarakat Kabupten Bekasi sangat bergantung pada putaran APBD. Ekonomi masyarakat harus segera dipulihkan,” ujar Ani kepada Metropolitan diruang Fraksi PKS, Kamis (10/6/2021).

    Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, APBD  dibuat mendinamisir masyarakat agar mendongkrak perekonomian yang ada.

    "Kalau penyerapannya mandek (tidak dilakukan) kemanfaatnya kepada masyarakan tidak akan, dirasakan ," ungkapnya.

    Pihaknya menilai serapan APBD pada semester pertama 2021 masih relatif rendah. Tahun 2020 anggaran terserap hanya 80 persen dari anggaran yang disediakan sementara ditahun ini baru dibawah 30 persen.

    "Penyerapan anggaran pada semester pertama tahun ini belum terlihat, terutama dalam penyerapan pembagunan untuk kegiatan fisik di sejumlah OPD, karena isu -isunya masih melakukan recofusing," ujar Ani.

    Ani menyebutkan penyerapan anggaran seharusnya sudah  maksimal dilaksanakan OPD terkait setelah disahkan oleh Dewan, dan pembagunan sudah kelihatan terutama dalam kegiatan fisik.  Iapun menilai penyerapan anggaran Kabupaten Bekasi yang selalu besar hanya di akhir tahun akibat pengelolaan keuangan yang kurang baik.

    "Kita mengharapkan penyerapan anggaran itu jangan selalu dilakukan di akhir tahun, sehingga tidak terjadi seperti tahun 2020 ," tutur Ani.

    Selain meminta agar penyerapan anggaran dapat dimaksimalkan tentu saja, penyerapan harus objektif dan rasional, berdasarkan azas kemanfaatan dari perencanaan.

    "Ya kita meminta penyerapan  Jagan serap-serap aja tapi kegunaan anggaranya ngak jelas sehingga menimbulkan persoalan di kemudian hari contohnya hari ini saja masih ada kegiatan yang belum terbayar," pungkasnya.(Ely).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +