• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Jual Obat Diatas HET, 4 Pegawai Apotek Ditangkap Polisi

    Sku Metropolitan
    29/07/21, 20:00 WIB Last Updated 2021-07-30T07:03:59Z
     



    KAB.BEKASI, MEDIA METPOLITAN  Kepolisan Resor (Polres) Metro Bekasi telah mengamankan empat pegawai apotek berinisial RH, RM, IDS, dan juga RW. Keempat diamankan polisi  karena diduga telah menjual obat-obatan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Kemenkes.
     
    “Keempatnya merupakan pegawai dari dua lokasi apotek yang berbeda.” kata  Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Andi Odang, saat press realease di Lobbi Mapolres Metro Bekasi, Kamis (29/07/2021).
     
    Kata Kasat, tersangka RH, pegawai apotek BL di kawasan Jalan Industri, Kecamatan Cikarang Utara. Lalu,  tersangka RM, IDS, dan RW dari pegawai apotek MF di Jalan Raya Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi 
     
    "Tersangka-tersangka itu merupakan  karyawan hingga asisten apoteker," tutur dia.
     
    Andi, menjelaskan pengungkapan kasus ini berdasarkan adanya aporan dari masyarakat. Kemudian pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi apotek sesuai informasi yang didapat dari masyarakat tersebut.
     
    "Ternyata benar, mereka menjual obat, khususnya obat antivirus diatas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan," kata Kasat.
     
    Dari hasil penyidikan terhadap para tersangka, mereka menjual obat jenis Fluvir 75 mg Rp 27.500 sedangkan HET Rp 26.000. Untuk per tablet kentuan HET Rp 1.700 akan tetapi dijual dengan harga Rp 5.000.
     
    Sementara obat Azithromycin 500 mg harga Rp 1.700 per tablet dijual Rp 13.333 ribu per tablet.
     
    "Alasan mereka menjual harga tinggi itu demi mendapatkan keuntungan lebih banyak, "katanya.
     
    "Padahal sudah jelas Kementerian Kesehatan mengeluarkan HET sejumlah jenis obat untuk penanganan Covid-19," sambung Kasat.
     
    Kasat menegaskan, bahwa instruksi Kapolri juga sangat jelas agar dilakukan penindakan jika ada apotek menjual obat diatas harga eceran tertinggi.
     
    "Para tersangka tidak dilakukan penahanan, apotek juga tidak disegel karena sesuai surat edaran Kapolri terkait masalah ini. Karena untuk menjaga peredaran obatan-obatan Covid-19 ini tidak terganggu," ungkap dia.
     
    Sementara untuk pemilik apotek, kata Kasat, tak menutup kemungkinan akan dijadikan tersangka. Sebab, dari hasil pemeriksaan pemilik apotek ini mengetahui juga obat-obat itu dijual diatas harga eceran tertinggi.
     
    "Mereka tidak menimbun karena tak sempat nimbun ini pembelian terbatas dari Kemenkesnya. Ini kasus menjual obat diatas HET," terang dia.
     
    Kasat menambahkan, dari kasus ini barang bukti yang diamankan dari apotek MF, delapan strip atau 48 tablet obat Azithromycin 500 gram, dan satu lembar nota pembelian atas tiga strip Azithromycin 500 gram.
     
    Dari apotek BL barang buktinya 10 tablet obat Fluvir 75 mg, 5 Tablet obat Azithromycin 500 mg, faktur pembelian beserta invoice, dan kwitansi penjualan atas 1 box obat Fluvir 75 mg, dan 5 Tablet obat Azithromycin 500 mg pada 22 Juli 2021.
     
    Keempat tersangka itu dijerat Pasal 62 Junto 10 huruf (a) Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Para tersangka dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp2 miliar. (Ely/Martinus).

    Baca Berita :

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +