• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    BAS Kutuk Tindakan Oknum Yang Menjanjikan TKK di Pemkot Bekasi

    Sku Metropolitan
    03/08/21, 19:45 WIB Last Updated 2021-08-03T12:57:37Z

     

    KOTA BEKASI. MEDIA METROPOLITAN - Brigade Anak Serdadu (BAS) Bekasi Raya mengecam dan mengutuk keras kasus dugaan penipuan bermodus menjanjikan kerja di Pemerintah Kota Bekasi dan RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat yang dilakukan oleh oknum yang mengaku kerabat dan teman dekat Wali Kota Bekasi, Rahmat effendi.

    “Kami meminta Kepolisian Kota Bekasi segera menindaklanjuti dugaan penipuan yang tengah diselidiki sampai ke akar-akarnya hingga tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada oknum pejabat yang terlibat sesuai Aturan Hukum,” kata Seketaris BAS Bekasi Raya, Agung Ragil.

    Agung Ragil menjelaskan, sesuai informasi yang diterimnya,  bahwa korban Muhammad Septiadi (28), warga Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur telah melaporkan saudara, Rivan Ade Bustaman, yang mengaku-ngaku orang terdekatnya Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, itu di Bulan Februari 2021 ke Polres Metro Bekasi Kota dimana Rivan Ade Bustaman menjanjikan para korban untuk bekerja di RSUD Kota Bekasi dan membayar uang sebesar Rp 30 Juta namun hingga saat ini belum juga masuk kerja

    Ragil menegaskan, kasus yang menimpa Rivan Ade Bustaman agar segera ditinaklanjuti oleh Polres Metro Kota Bekasi.  Jika tidak  diindahkan oleh Pejabat terkait maka BRIGADE ANAK SERDADU BEKASI RAYA, akan mengadakan aksi unjuk rasa menuntut agar dugaan kasus penipuan ini dapat terselesaikan hingga tuntas sampai ke akar-akarnya.

    “Korban dari perbuatan Rivan Ade Bustaman itu ada sepuluh orang, dan mereka semua telah melaporkan Rivan Ade Bustaman ke Polres Metro Kota Bekasi. Salah satu bukti LPnya tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan Nomor: LP/577/K/II/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota tertanggal 22 Februari 2021. Untuk itu, pihak Tim Penyidik kami minta agar lebih sigap dan serius dalam menangani kasus ini,” papar Agung Ragil, Senin (2/8/2021).

    Seperti yang diketahui, dalam kasus ini dari laporan korban (pelapor) mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta yang diminta terduga pelaku dengan iming-iming dijanjikan pekerjaan Tenaga Kerja Kontrak (TKK).

    Namun, hingga waktu yang menjanjikan korban tidak kunjung diberikan kepastian kapan dapat bekerja menjadi TKK di Pemkot Bekasi dan juga di RSUD Kota Bekasi, sedangkan uang sudah diberikan dan tak kunjung dikembalikan.

    Sekertaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi, Sugiono, sangat menyesalkan atas perilaku oknum yang diduga melakukan penipuan bermadus, bisa memasukkan tenaga TKK.  

    "Sangat disayangkan oknum oknum medus menipu masyarakat terkait penerimaan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang saat ini masih berkeliaran dimasyarakat" Pungkas Sugiono, Diruang kerjanya. Selasa (3/8/21) Sore. (Fathir)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +