• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kenakan Baju Adat Lampung, Presiden Jokowi Pimpin Upacara HUT Ke-76 Kemerdekaan RI

    Sku Metropolitan
    17/08/21, 13:21 WIB Last Updated 2021-08-17T16:43:31Z

    Fhoto: Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2021, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/08/2021)./Doc  BPMI Setpres


    JAKARTA, MEDIA METROPOLITAN - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2021) pagi.
    Ini merupakan tahun ke-5, Jokowi mengenakan baju adat yang berbeda setiap tahunnya saat upacara pengibaran bendera di Istana Negara dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI.
    Tahun ini, Kepala Negara yang tampak mengenakan pakaian adat Pepadun berasal dari Provinsi Lampung. Pakaian adat yang dipakai Presiden terdiri atas baju lengan panjang berwarna putih yang dipadukan dengan celana panjang berwarna putih juga.
    Di luarnya, dibalut dengan sarung tumpal yaitu kain sarung khas Lampung yang dipakai Kepala Negara menutup celana dari pinggang hingga lutut. Penampilan Presiden dilengkapi dengan kain selendang, ikat pinggang, dan tutup kepala yang semuanya berwarna senada merah.
    Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak anggun mengenakan busana nasional berwarna gading dilengkapi kain songket. Penampilan sederhana Ibu Iriana tampak dilengkapi dengan jilbab berwarna senada.
    Presiden juga didampingi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin tampak serasi mengenakan pakaian adat Sunda dari Sukabumi, Jawa Barat. Wapres terlihat cukup elegan dengan setelan jas tertutup (beskap) dan celana panjang warna biru yang dipadukan dengan kain samping batik yang diikatkan di pinggang.
    Selaras dengan Wapres, Ibu Wury juga tampak anggun mengenakan kebaya bersulam warna biru polos dengan bawahan kain jarik putih bermotif batik khas Sunda yang biasa disebut sarung kebat atau sinjang bundel.
    Tujuh belas dentuman meriam disertai bunyi sirine selama satu menit menandai dimulainya Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka.
    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani membacakan naskah proklamasi yang pada 76 tahun silam diucapkan oleh proklamator Ir. Soekarno.
    Selanjutnya, Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara memimpin para peserta upacara untuk mengheningkan cipta. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kemudian memandu pembacaan doa.
    Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tergabung dalam Tim Tangguh kemudian melaksanakan tugasnya untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara kali ini. Sang Merah Putih pun tampak gagah berkibar di halaman Istana Merdeka usai putra-putri bangsa ini menjalankan tugasnya.
    Seusai pengibaran bendera Merah Putih, terdapat atraksi flypass pesawat terbang TNI Angkatan Udara. Sebanyak delapan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dengan formasi Arrow Head melintas di langit di atas Istana Merdeka pada ketinggian 1.000 kaki di atas permukaan laut.
    Rangkaian acara dilanjutkan dengan persembahan lagu “Syukur” dan “Maju Tak Gentar” yang dibawakan oleh Gita Bahana Nusantara secara virtual, diikuti dengan atraksi enam helikopter TNI Angkatan Udara yang membawa bendera Merah Putih raksasa berukuran 20×30 meter.
    Menutup prosesi upacara, Komandan Upacara Kolonel Pnb. Putu Sucahyadi melaporkan kepada Inspektur Upacara bahwa rangkaian Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia telah selesai dilakukan.
    Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan RI kali ini mengusung tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Prosesi Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia kali kedua yang diselenggarakan di tengah pandemi ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain mengenakan masker dan menjaga jarak, para peserta atau perangkat upacara terbatas juga terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan.
    Selain peserta yang hadir secara terbatas di Istana Merdeka, upacara juga antara lain diikuti oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu, para pimpinan lembaga tinggi negara, para Duta Besar perwakilan negara sahabat, serta para tamu undangan lainnya yang hadir melalui konferensi video. Prosesi upacara ini juga dapat diikuti secara virtual oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui platform Rumah Digital Indonesia. (Red/Martinus)
    Baca Berita;

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +