• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pecinta Koi Cikarang adakan 2nd Keeping Kontest Koi di Graha Pariwisata

    Sku Metropolitan
    30/10/21, 23:21 WIB Last Updated 2021-10-31T09:47:03Z




    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN - Masa pandemi covid-19 yang  berlansung lama, memberikan hikmah terselubung munculnya pencinta Ikan Koi. Sebut saja, Pecinta Koi Cikarang (PKC), sebuah komunitas penggemar Koi di Kabupaten Bekasi, yang semakin lama jumlah member (anggota)  baru kian bertambah pada era pandemi ini.

    Setelah pembatasan kegiatan di era pandemi longgar, untuk menjalin silaturahmi sesama anggota, PKC menggelar acara  2nd Keeping Kontest Koi dengan protokoler ketat di Graha Pariwisata, Sabtu 30 Agustus 2021 sore.

    Admin PKC , Aris Kurniawan menuturkan, kegiatan Keeping Kontest ini sudah lama diagendakan, namun terbentur karena pembatasan kegiatan karena pandemi Covid-19. 

    "Puji syukur hari ini dapat terlaksana, dengan penerapan protokoler yang ketat dari kepanitiaan. Jenis Koi yang di keeping kontestkan sebanyak 150 ekor ikan, dengan peserta yang dapat sebanyak 100 peserta. Jenis ikan lokal Blitar, dengan ukuran 20 Bu, dengan harga Rp.350.000/ekor," ujar Aris. 

    Panitia Keeping Kontest, Baskoro mengatakan, acara di Graha Pariwisata di fasilitasi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, yang kebetulan juga penghobi Koi. 

    "Dari silaturahmi dan diskusi sederhana di kediaman  beliau, yang awalnya kami hanya keeping kontest biasa, ikan kita undi dan para peserta mengambil ikan di kolam keeping milik Panitia, menjadi sebuah ajang meriah silaturahmi member PKC, sembari agenda Ngopi Akbar PKC 2021," kata Baskoro.

    Dirinya menyebutkan antusias peserta sudah memenuhi target dari jauh hari sebelum acara. Bahkan banyak support dan sponsor, tidak kurang dari 30 sponsor turut mendukung kegiatan ini. 

    Lanjutnya, total hadiah sampai di angka Rp. 11,5 juta, dimana hadiah Juara I: Rp.5 juta, Juara II: Rp.3 juta, Juara III: Rp.2juta rupiah, Juara IV sebesar 1 juta rupiah, dan juara lain paling kecil Rp.500ribu .

    "Selain hadiah juara keeping kontest, Panitia juga membagikan Door Prize dalam bentuk pakan ikan, obat ikan, peralatan memelihara ikan, peralatan kolam ikan, kaos, dan macem-macem. Total doorprize yang kita berikan mencapai 89 item," ucap Baskoro.

    Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno, yang hadir pada acara ini, mengatakan, sangat terharu dan bangga dengan rekan-rekan Panitia dan Member PKC. 

    "Gak nyangka, acara di Graha Pariwisata ini dadakan, di konsep hanya 1 minggu,sudah bener-bener Racing Team banget ini Panitianya. Kemudian acara seperti ini juga menjadi wadah silaturahmi bertemunya penghobi ikan koi, baik pemula ataupun yang sudah senior, bisa saling ketemu, diskusi, dan juga menghadirkan pembicara Dede Mulyadi dari KKC. Tadi juga ada Owner Bazzoka Karawang, Irez yang juga turut berbagi pengalaman," ucap Nyumarno.

    Melihat banyaknya pencinta Koi di Kabupaten Bekasi, Nyumarno berharap  Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan kepada komunitas penghobi ikan koi ini. Kata dia,  dari sekedar hobi, bagaimana menjadi sebuah keuntungan di era pandemi, sehingga juga bisa membantu pemulihan ekonomi kerakyatan.

    "Kedepannya Saya berharap, bentuk dukungan Pemkab tidak hanya kepada hanya memberikan bantuan kepada penggiat budidaya ikan konsumsi, namun juga harus merambah bantuan kepada penggiat budidaya ikan hias seperti Koi ini,"paparnya.

    Untuk menyedikan paket bantuan itu, Nyumarno mengatakan pemerintah cukup menganggarkan Rp50 juta perkelompok. Jadi bantuan tersebut dalam wujud prasarana dan prasana pembudidayaan ikan seperti kolam dan benih ikan.

    "Kan bisa diberikan bantuan benih atau bantuan indukan, komplit dengan Vat, pompa, media, pipa paralon, sampai komplit peralatan standar budidaya ikan koi. Kan gak mahal, sepaket untuk kelompok paling cukup Rp.50.000.000," tutur Nyumarno.

    Iapun menyebutkan setiap kelompok yang dberikan bantuan nantinya harus dengan pendampingan dan pengawasan dinas terkait. Kemudian, mengenai Badan Hukum Koperasi atau Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) yang di SK Kan Pemkab agar bisa dibantu pendiriaanya.

    "Agar dapat berbudi daya ikan hias jenis Koi harus dengan pendapingan dan pengawalan dari dinas terkait, sehingg dapat menghasilkan keuntungan buat komunitas. Dengan begitu kan juga membantu meningkatkan dan memulihkan perekonomian juga," ujarnya.

    Menurutnya, penghobi ikan Koi di Kabupaten Bekasi ini sangat banyak, Komunitas juga banyak, Pemkab harus perhatikan. 

    "Saya juga mendorong diadakannya Bupati Cup Young Koi Show di Bekasi pada tahun 2022 mendatang, seperti yang sudah banyak diselenggarakan di beberapa Kabupaten/Kota lain. Nanti peserta bisa dari seluruh Daerah di Indonesia, nama baik Kabupaten Bekasi juga terangkat,"pungkas Nyumarno. (Ely/Martinus)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +