• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Penggunaan Dana BOS SD N Telaga Murni 03 Diduga Rekayasa

    Sku Metropolitan
    15/10/21, 14:21 WIB Last Updated 2021-10-16T11:36:27Z


    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN--Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 selama masa pandemi Covid 19, dinilai banyak rekayasa, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

    Berdasarkan Permendikbud nomor 19 tahun 2020, tentang perubahan atas peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis BOS reguler diatur penggunaan dana BOS dikelola secara transparan dengan melibatkan berbagai unsur. SD Negeri Telaga Murni 03 Kecamatan Cikarang Barat Kabupate Bekasi menerima Dana BOS tahun 1020, tahap perta (I) sebesar Rp 215.190.00, tidak tertuang dalam pelaporan penggunaan, tahap ke dua (II) sebesar Rp 286.920.000, dan tahap ke tiga (III) sebesar 196.560.000.  

    Data yang dihimpun wartawan SKU Metropolitan dalam pelaporan penggunaan dana BOS tahap ke II dan ke III untuk pengembangan perpustakaan SDN Telaga Murni 03,  sebesar Rp 172.702.000. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler tahap ke II dan III sebesara Rp 66.620.400.

    Penggunaan dana untuk ekstrakurikuler menghabiskan dana puluhan juta rupiah, padahal pembelajaran dilaksanakan melalui daering. Kegiatan ekstrakurikuler diduga hanya akal- akalan pengelola Kepala sekolah SD Negeri Telaga Murni 03.

    Besarnya biaya kegiatan ekstrakurikuler tahap ke II dan III sebesara Rp 66.620.400, diduga rekayasa dan bertentangangan dengan  Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020, tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Surat Edaran Nomor 15 tersebut untuk memperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). 

    Sementara penggunaan dana BOS untuk pengembangan perpustakaan tahap ke II dan ke III tahun 2020 SD Negeri Telaga Murni 03 sebesar Rp 172.702.000, juga diduga rekayasa, karena pengadaan pengadaan buku untuk pengembangan perpustakaan telah diatur dalam Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017, Tentang perubahan Peraturan MenteriPendidikan dan Kebuayaan  8 Tahun 2017, Tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah.

    Sejak tahn 2017, sekolah telah mengalokasikan dana untuk pengadaan buku sebesar dua puluh persen (20% dari alokasi satu tahun). Apakah pengadaan buku sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 tidak mencukupi?

    Kepala sekolah Sekolah Dasar (SD) Negeri Telaga Murni 03, Ropiqoh, ketidak disambangi ke sekolahnya, Jumat (8/9), tidak ada di tempat. Menurut penjaga sekolah, Adian, Kepala sekolah belum datang. (dpt)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +