• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Desa Sukadami Siap Menghadapi Musim Hujan

    Sku Metropolitan
    25/11/21, 18:00 WIB Last Updated 2021-11-25T20:04:26Z
     
    Desa Sukadami Bersiap Menghadapi Musim Hujan

    KAB.BEKASI, MEDIA METROPOLITAN - Hujan dengan intensitas tinggi mulai kerap mengguyur Kabupaten Bekasi akhir-akhir ini. Bencana alam menjadi ancaman bersama saat ini, sehingga semua wajib waspada.

    Kecamatan Cikarang Selatan mengambil langkah awal antisipasi bencana alam dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam dihadiri oleh sejumlah unsur Muspika Kecamatan dan diikuti oleh personel TNI, Polri dan relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) se-Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis (25/11/2021) pagi.

    Apel yang digelar di halaman Kecamatan Cikarang Selatan, Anggota Destana di Desa Sukadami tampak memperlihatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, yakni terlihat kompak mengenakan rompi dan topi oranye bertuliskan BPBD. Tidak hanya itu saja , kesiagaan Desa Sukadami  sejumlah peralatan dibawa seperti life jacket, dan perahu karet dalam kondisi siaga selama musim hujan ini.

    Usai mengitkuti apel kesiapsiagaan di Kecamatan Cikarang Selatan, Seketaris Desa Sukadami Abeng Arif R.H menyampaikan sesuai arahan pemerintah baik pusat dan daerah untuk antisipasi terjadinya bencana banjir di musim hujan tahun ini, Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan telah membentuk Desa Tanggap Bencana (Destana).

    “Anggota Destana di Desa Sukadami terdiri tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tenaga Kesehatan (Nakes) dan lain-lain. Mereka dibekali pelatihan dasar kesiapsiagaan bencana banjir. Mulai dari evakuasi korban banjir, water rescue, hingga dapur umum. Hal ini dibutuhkan saat menghadapi bencana banjir selama musim penghujan,” kata Abeng.

    Dia mengatakan, jika terjadi bencana banjir khususnya, pihaknya juga sudah menyiapkan peralatan yakni   Perahu Karet,termasuk pelampung untuk membantu korban banjir.

    “Kita sudah mempersiapkan diri menghadapi situasi apabila terjadi banjir, Kita sudah siapkan perahu karet,, ambulans untuk evakuasi korban terdampak, hingga dapur umum,” ucap.

    Dia mengatakan dua tahun terakhir, Desa Sukadami menjadi desa yang terdampak bencana banjir akibat curah hujan yang tinggi.

    “Dengan dijadikannya Desa Sukadami sebagai Desa Tanggap Bencana, Insya Allah untuk banjir tahun ini bisa kita antisipasi," ucapnya. ucapnya.

    Sementara,  Camat Cikarang Selatan, Agus Dahlan meminta para kepala desa se- Kecamatan Cikarang Selatan untuk membentuk satgas Desa Tanggap Bencana (Destana).

    Destana adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan (Perka BNPB No.1 Tahun 2012).

    "Kita sudah memerintahkan kepada desa untuk membuat destana. Tujuannya manakala ada bencana alam itu, orang tidak bingung lagi. Intinya semua sudah di siapkan oleh destana desa itu sendiri," kata Agus usai acara apel kesiagaan bencana tingkat Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis (25/11).

    Agus menegaskan, desa wajib membentuk destana, terutama di desa-desa yang berpotensi bencana.

    "Sebenarnya untuk cikarang selatan ini kalau dari segi bencana banjir, alhamdulilah tidak terlalu parah. Tapi tetap saja yang namanya kita sebagai pelayan masyarakat harus antisipasi manakala terjadi banjir," tuturnya.
     
    Selain itu, keberadaan destana ini bukan hanya untuk menangani bencana yang di sebabkan oleh alam saja. Tapi ada juga untuk bencana yang di sebabkan oleh manusia.
     
    " Kan bencana itu ada yang di sebabkan oleh alam ada juga bencana yang di buat manusia, contoh misalnya kebakaran, meskipun penanganan nya harus orang yang tahu teknisnya (pemadam kebakaran), tapi tetap destana harus ada," beber Agus.
     
    Agus juga mengingatkan kepada destana dan juga masyarakat, untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
     
    "Ya kita tidak berharap adanya bencana alam seperti banjir. Tapi manakala terjadi kita harus sudah siap. Minimal mitigasi bencananya harus sudah siap. Jadi mitigasi bencana itu bagaimana kita melakukan upaya-upaya meminimalisir dampak buruknya terhadap masyarakat akibat bencana tersebut," pungkasnya. (Martinus)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +