• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kakanwil DJBC Jabar Pimpin Pemusnahan Barangbukti di Kawasan Bekasi

    Sku Metropolitan
    17/11/21, 15:00 WIB Last Updated 2021-11-18T00:19:36Z

     

    KAB. BEKASI MEDIA METROPOLITAN-- Bea Cukai Bekasi bersama dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, serta instansi terkait lainnya di Kota dan Kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan dibidang cukai didepan Kantor Bea dan Cukai Kawasan 2100 Cikarang Barat, 17/11/2021.

    Acara pemusnahan secara simbolis dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) Jawa Barat Yusmariza didampingi, KKPPBC - TMP A (Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Madya Pabean Bekasi Bobby Situmorang serta unsur pejabat lainnya.

    Kakanwil Yusmariza mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai ketentuan di bidang cukai dan wujud komitmen Bea Cukai Bekasi bersama-sama dengan Pemerintah Daerah baik Kota maupun Kab. Bekasi serta aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam menekan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) tanpa dilekati pita cukai dan dilekati pita cukai palsu atau biasa disebut BKC llegal di Indonesia khususnya Wilayah Jawa Barat, sekaligus dalam rangka menjalankan amanah Undang-Undang dalam tata kelola Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

    Menurutnya sepanjang Tahun 2021, Bea Cukai Bekasi telah melakukan penyidikan tindak pidana dibidang cukai sejumlah 8 (delapan) perkara, yaitu 3 (tiga) perkara ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dan 5 (lima) perkara ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri Kab. Bekasi.

    Acara pemusnahan BMN hasil dari penindakan yang dilakukan terhadap BKC llegal yaitu sigaret sebanyak 6.654.560 batang dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 21.210 mililiter.

    Pemusnahan terhadap keseluruhan BMN tersebut diatas dilakukan di 2 (dua) tempat yaitu halaman Kantor Bea dan Cukai Bekasi dan tempat lain yang secara khusus digunakan untuk melakukan pemusnahan barang dimaksud dengan cara dibakar dan dituang/dipecah. Kegiatan pemusnahan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19 Jelasnya Yusmariza. (B.Sirait)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +