• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pembangunan Jalan Operasional TPSP Bantar Gebang Diduga Dikerjakan Asal Jadi

    Sku Metropolitan
    01/11/21, 05:11 WIB Last Updated 2021-10-31T22:11:39Z

     

    KOTA BEKASI, MEDIA METROPOLITAN-- Proyek Pemeliharaan Jalan Operasional Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang senilai Rp 9.682.686.552,89, yang dikerjakan oleh  PT. TAMADO KONSTRUKSINDO SELARAS diduga dikerjakan asal jadi. Jalan yang baru selesai dibangun, sudah retak- retak dan ditutup pakai Aspal oleh pelaksana pembangunan. 

    Pengamatan wartawan di lapangan, beberapa ruas jalan yang baru dibangun sudah retak- retak. Retakan jalan tersebut ditutupi pakai aspal, diduga pelaksana pembangunan mengurangi volume, mengakibatkan jalan yang baru dibangun tersebut mengalami keretakan.

    Ketua Harian LSM Amanat Anak Rakyat (LSM-ANTARA), Anton P, ketika dimintai tanggapnya tentang pemeliharaan jalan Operasional TPS Bantargebang, menjelaskan, kami menduga telah terjadi pengurangan volume, antara lain, 1. Untuk pekerjaan betonisasi Redy Mix Fs 45 dengan tebal 25 cm dan / atau volume 2.145,72m³, kuat dugaan pelaksanaan dilapangan ketebalannya hanya berkisar 17 s/d 25 cm = 21 cm. 2. Untuk pekerjaan Redy Mix Fs 45 kuat dugaan tidak sesuai dengan fakta dilapangan. 3. Pekerjaan pembesian Tie Bar dengan dudukannya 2 beriringan sepanjang 1.025 m, juga dipertanyakan dan pemasangan ring/sengkangnya dengan jarak samapai 30 cm. 3. Untuk pekerjaan Dowel mestinya dipasang dengan dudukan 2 (dua) per 5 m dan atau 1.025m/ 5 m = 205x 2.410 titik. Kuat dugaan dalam pelaksanaannya hanya 1 ( satu)  patut dipertanyakan. 4. Galian dan perapihan sampah, kuat dugaan tidak dilakukan. 5. Bongkaran Beton Eksisting, juga patut dipertanyakan. 6. Belum lagi pekerjaan Makadam dengan volume 3.126,73m³ patut dipertanyakan, 7. Timbunan Tanah Merah

    Anton menambahkan, dalam waktu dekat ini akan menyurati Aparat Penegak Hukum, Pasalnya, anggaran yang digunakan tersebut menggunakan uang rakyat yang dibayar melalui pembayaran Pajak dan itu adalah keringat rakyat, jelasnya.

    Salah seorang pekerja pengolahan sampah bantargebang ketika dikonfirmasi tentan pembangunanjalan Operasional TPST Bantargebang mengatakan, pernah ada pemeriksaan ke jalan yang baru dibangun. Petugas yang datang memeriksa sempat melakukan pengeboran untuk mengetahui ketebalan coran jalan yang baru dibangun. Setelah dilakuan pengeboran terhadap jalan yangb aru dibangun, dilakukan penambahan coran kurang lebih empat (4) mobil Molen, katanya polos, Sabtu (30/10).

    Sementara itu Pejabat Pembuat Komitnen (PPK), Asep Kuswanto, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya tidak aktif, dikonfirmasi melalui melalui WhatsApp Minggu tanggal 31 Oktober juga tidak ada jawaban. (dpt)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +