• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Bara Api dan Grasi Desak Kejari Usut Tuntas Kasus Korupsi

    Sku Metropolitan
    09/12/21, 18:30 WIB Last Updated 2021-12-10T03:28:38Z

     

    KOTA BEKASI MEDIA, METROPOLITAN. Aliansi Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api) yang tergabung dari PMII Umika, PMII Tribuana, PMII Marhalah, BEM Umika dan BEM Tribuana serta dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRASI) datangi Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk mendesak agar kasus-kasus korupsi di Kota Bekasi segera diusut tuntas. Kamis, 9/12/21

    Hal ini dilakukan mengingat saat ini tanggal 9 Desember setiap tahun diperingati sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang pada awalnya telah dideklarasikan oleh PBB pada 31 Oktober 2003, sebut Yusril salah seorang juru bicara GRASI

    Ia menjelaskan bahwa Hakordia diperingati sebagai wujud meningkatkan kepedulian terhadap maraknya kasus-kasus korupsi, dimana dalam praktiknya diidentikkan dengan sikap yang tidak dapat dipercaya, hanya mementingkan pribadi dan golongan tertentu tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat banyak.

    Senada dengan M. Yusa juru bicara BARA API menambahkan, di Kota Bekasi misalnya, Gedung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi sudah diberikan sebagai "hadiah"  (gedung mewah) oleh Pemerintah Kota Bekasi kepada Kejari, jadi mana mampu lagi Kejari menunjukkan taringnya. Pepatah dahulu mengatakan "Hanya anjing gila yang menunjukkan taring kepada Tuannya, Sedangkan anjing yang patuh akan menggongong saat ingin diberi makan ". Dari tahun 2020 hingga 2021 kinerja Kejari Kota Bekasi patut dipertanyakan, sederet kasus Korupsi yang sampai saat ini belum terselesaikan menjadi tanda tanya besar bagi

     masyarakat.

    Menurutnya, sebagai bukti nyata ada didepan kita, ditengah pandemi covid-19, dimana krisis ekonomi sedang melanda Kota Bekasi dan angka kemiskinan terus bertambah tapi ada sederet pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi yang malah makin kaya, bila dilihat dari sisi kemanusiaan. Bukankah aneh ada pejabat yang bertambah kekayaannya ditengah pandemic...? tanyanya

    Kota Bekasi merupakan salah satu kota penyangga ibukota dan perlu  diketahui bersama Kota Bekasi mendapat peringkat ke - 3 (tiga) dalam penanganan kasus korupsi Se-Jawa Barat pada tahun 2019 yang dikeluarkan oleh KPK serta mempunyai presentasi capaian 80% ditingkat nasional, ini adalah tidak berdasar, bohong dan akal-akalan saja, karena  kenyataannya masih banyak kasus korupsi di Kota Bekasi yang hingga saat ini belum selesai dan tidak ada kejelasan sama sekali.

    Salah satunya kasus korupsi penjualan aset pemerintah Kota Bekasi oleh saudara Gatot Sutejo yaitu Kasus TPU Sumur Batu tahun 2015 hingga saat ini belum selesai dengan kerugian Negara mencapai 4,1 Miliar, kemudian dugaan Kasus Korupsi pembangunan Stadion Mini Pondok Gede tahun 2014 - 2017 yang mencapai Anggaran 6,6 Miliar dan Kasus Korupsi Proyek Multiyears Tahun Anggaran 2017 dengan total anggaran mencapai 281 Miliar lebih yang meliputi beberapa pembangunan yaitu Pembangunan Gedung Teknis Bersama, Pembangunan Kantor Dinas Perhubungan, Rehabilitasi Lapas Bulak Kapal, Pembangunan RSUD, Pelayanan paru-paru dan pembangunan Kantor Imigrasi serta dugaan kasus korupsi pembangunan gedung Mako Satpol PP Tahun 2017 mencapai anggaran 67,5 Miliar dan masih banyak lagi yang belum diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, terangnya.

    Didepan Kasi Intel  Kejari Kota, Adi Cahyadi SH. dengan tegas salah seorang komentator membacakan  pernyatakannya " kami atas nama Aliansi Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARA API) meminta kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi agar segera :

    Mengusut dan menuntaskan dugaan kasus korupsi yang masih ada dan mangkrak.

    Menangkap DPO Gatot dalam waktu yang sesingkat-singkatnya serta melakukan pemeriksaan kepada seluruh pejabat, mulai dari esselon 2,3,4, Camat serta para Lurah termasuk pejabat yang mengurus barang Lelang dan Jasa di Kota Bekasi". ujarnya langsung membubarkan diri tanpa menunggu jawaban dan penjelasan dari Kejari yang hendak memberikan penjelasan.

    M. Yusa mengatakan kepada media metropolitan, " kami tidak perlu minta jawaban atau penjelasan dari Kejari, yang penting tuntutan kami sudah disampaikan, ya kita tunggu hasilnya kedepan, hari ini masih sesi pertama, bila tidak ada hasil, maka sesi kedua akan kita datangi lagi dan akan kita bawa lagi massa yang lebih banyak", sebutnya,

    Sementara Kasi Intel Yadi Cahyadi Kejari Kota Bekasi ketika diminta tanggapannya malah kabur dengan alasan vikon. (bresman)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +