• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Polres Tubaba Ungkap Pembunuhan Tegar Pratama

    Sku Metropolitan
    16/12/21, 17:00 WIB Last Updated 2021-12-17T03:32:29Z


    TUBABA, MEDIA METROPOLITAN--Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) berhasil mengungkap pelangku pembunuhan Tegar Pratama (2 tahun) yang terjadi, tanggal 13 November 2021 pukul 21.00, di Tiyuh Margo Mulyo Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Prvinsi Lampung.

    Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sunhot P Silalahi , S.I.K, M.M, menjelaskan, pelaku pembunuhan berinisial LDS merupakan ibu tiri korban. 

    "LDS  nekat membunuh anak tirinya dikarenakan tersangka sudah memiliki niat membunuh korban, karena pelaku merasa sakit hati dengan suaminya yang tidak mau pisah rumah dengan mertuanya, pelaku juga kesal dengan ibu mertuanya yang sering menjelek-jelekan dirinya kepada tetangga, sehingga dia nekat membunuh anak tirinya,"ungkap Kapolres, saat jumpa Pers di Polres Tulang Bawang Barat, Kamis (16/12/21).

    Menurut  Sunhot P Silalahi,  kejadian pembunuhan anak dibawah umur tersebut terjadi pada hari sabtu tanggal 13 November 2021, pukul 21.00 wib

    "Awal kejadian, pelaku LDS melihat korban bersama Kevin yang merupakan anak kandung pelaku yang sedang main mobil-mobilan diujung kasur dekat pintu dibawah kipas angin," tutur Kapolres.

    Kemudian, pelaku melihat korban merebut mainan yang dimainkan oleh Kevin, anak pelaku. 

    "karena merasa kesal anak pelaku mendorong korban hingga kepala korban terbentur tembok lalu jatuh kelantai dan kepalanya mengenai setrika," kata Kapolres.

    Melihat kejadian, tersebut pelaku bangun dan menuju ke arah korban yang saat itu kondisi tubuh korban kejang-kejang

    Karena panik dan takut, pelaku mempunyai niat untuk membunuh dengan cara menekan/membekap mulut dan hidugnya dari posisi atas menggunakan kedua telapak tangan selama 20 menit.

    "Akibat tekanan tangan pelaku, mulut korban terluka dan mengeluarkan darah, sedangkan Kukun pelaku   mengenai mata dan pelipis korban," ungkapnya.

    Sunhot menambahkan, Ke esokan harinya, pada saat ayah korban akan membangunkan anaknya, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku. Melihat anaknya sudah tidak bernapas, hidung, mulut dan telingan mengaluarkan darah, jelasnya.

    Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Pelaku dijerat Undang – Undang tentang perlindungan anak, pasal 80 ayat 3, Jo pasal 76 c, dengan ancaman kurungan penjara selama 15 Tahun. Pasal 340 KUHP ancaman hukuman seumur hidup atau Hukuman mati. Pasal 338 KUHP dengan ancaman Hukuman 15 Tahun penjara.(effendi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +