• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Dana Hibah Pemprov untuk Ponpes Diduga Disunat

    Sku Metropolitan
    20/01/22, 10:21 WIB Last Updated 2022-01-20T03:21:06Z

     

    KAB TASIKMALAYA, MEDIA METROPOLITAN—Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucurkan dana hibah untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) tahun anggaran 2021 sebesar, Rp 50.000.000, diduga disunat oleh oknum Pondok Pesantren (Ponpes).  

    Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ar-Riyad, Aceng MB, mengatakan,  Pemerintah provinsi Jawa Barat  mengucurkan bantuan dana hibah sebesar Rp 50.000.000. Dana tersebut dicairkan akhir bulan Desember Tahun 2021. Dan tersebut digunakan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), katanya.

    Aceng MB menambahkan, beberapa pondok Pesantren dan sarana keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya menerima dana Hibah, nilainya berbeda beda. Pondok pesantren kami, adalah Pondok Pesantren Ar-Riyad,  berlokasi Kampung, Pe'er Legokringgit RT.022 RW.002, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

    Awalnya ponpes kami dapat bantuan dana hibah sebesar Rp.100,000,000,-(seratus juta rupiah )diduga dipotong rekofusing menjadi Rp.50 juta, untuk biaya proposal dan rekanan 25 juta, dan ponpes yang saya bina hanya menerima Rp.25 juta saja. Untuk lebih jelas silahkan hubungi adik saya DN sebagai Sekretari Yayasan, karena dia yang mengurusnya, ujarnya Selasa, (18/1/2022).

    Sementara itu Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Ar-Riyad, DN, memebenarkan dana Hibah dari Pemerintah Jawa Barat tahun anggaran 2021, telah diterima sebesar Rp 50 juta.

    Menurut DN awalnya pengajuan bantuan dalam proposal sebesar Rp 150 juta,  SK dari provinsi Rp 100 juta, tapi ada rekofusing, yang di terima Rp 50 juta" ungkap nya.

    " NPHD nya Rp 50 juta saya yang tanda tangan. Sekarang uang segituh cukup buat apa, ini juga dipakai buat rehab saja," uangkapnya.

    Ketika disinggung terkait pernyataan Ketua Yayasan yang mengetahui bantuan tersebut hanya Rp 25 juta,  DN, sebagai sekertaris yayasan mengakuinya.

    "Ya, sekarang kan buat ongkos, proposal dan rekanan yang mendampingi saya, gimana kalau tidak begitu?  Saya juga disini sebagai ketua pondok pesantren sudah di kasih SK sama ketua yayasan, jadi segala macam bangunan pesantren yang perbaiki urusan saya. Lagipula ketua yayasan kan sedang sakit, padahal tadi gak usah nanya ke beliau langsung ajah ke saya,"katanya di ruang kerjanya Selasa (18/1).  (Panca Tim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +