• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Jelang Lebaran, Harga Daging dan Cabai Meroket

    Sku Metropolitan
    25/04/22, 15:30 WIB Last Updated 2022-04-26T01:29:10Z

     

    BANDUNG, MEDIA METROPOLITAN-- Beberapa bahan pokok di pasar tradisional di Kota Bandung mengalami kenaikan harga saat menjelang perayaan Haru Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.


    Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah menyebut bahan pokok yang masih mengalami kenaikan harga yakni seperti daging sapi dan cabai.

    Harga daging sapi saat ini telah mencapai Rp160 ribu perkilogram nya. Sementara untuk cabai keriting berada dikisaran Rp60 ribu perkilogram, dan cabai merah tanjung sekitar Rp80 ribu perkilogramnya.

    “Itu saja yang mengalami kenaikan. Sisanya masih relatif stabil komoditas lain seperti
    Beras, daging ayam, dan telur itu masih aman,” kata Elly sesuai melakukan peninjauan di Pasar Tradisional Kosambi Bandung, Senin (25/4/2022).

     

    Ketika ditanya apakah akan ada potensi kenaikan harga kembali, lantaran kenaikan harga tersebut sudah mengalami puncaknya pada 23 – 24 April 2022.

    “Insyaallah engga (terjadi kenaikan harga). Jadi sudah maksimal seperti daging sapi di Rp 145 ribu sampai Rp 160 ribu per kilo nya. Dan Insyaallah juga kondisi stok aman dan tersedia,” katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengklaim bahwa dengan adanya kenaikan harga bahan pokok tersebut berada di regulasi Pemerintah Pusat.

    “Jadi soal harga kan kadang-kadang regulasi nya dari pusat, dan kita mah hanya cek kesediaan aja, dan Alhamdulillah kesediaan stok mah rata-ata tersedia (aman),” ujarnya.

    Pihaknya pun akan meminta kepada Bulog untuk bisa hadir dan memenuhi ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

    Bahkan, Wali Kota Bandung itu juga menghimbau kepada para Pedagang di Pasar Tradisional untuk segera mempersiapkan stok dagangnya.

    “Yang penting dipersiapkan stoknya, mudah-mudahan tetap aman, harga juga kalo bisa wajar lah, dan yang penting masyarakat jangan panic buying, jadi jangan membeli secara berlebihan,” tandasnya. (Supriyanto)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +