• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kejaksaan Periksa Distributor Minyak Goreng di Tambun

    Sku Metropolitan
    25/04/22, 23:19 WIB Last Updated 2022-04-25T16:19:12Z

    Topan saat memberikan ketrangan kepada wartawan
    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN--Kejaksaan Agung didampingi beberapa Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dan Polri memerikasa salah satu distributor di Desa Tambun, Kecamatan, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Senin 25 April 2022.

     

    Pemeriksaan Distributar di Kabupaten Bekasi diduga terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi ekspor minyak goreng, yang saat ini ditangani Jampidsus. 

     

    Solehan, salah seorang anggota tim dari Kejasaan Negeri Kabupaten Bekasi, mengatakan, Tim hanya meminta keterangan, tidak ada barang yang disita, katanya singkat.

     

    Di tempat yang sama, Kepala Desa Tambun, Jaut Sarja Winata, ketika dimintai tanggapannya tentang Distributor minyak goreng di wilayahnya, mengatakan, kami tidak mengetahui tempat ini sebagai Distributor minyak goreng.  

     

    ‘Saya tidak mengetahui tempat ini sebagai gudang Distributoir minyak Goreng,” katanya, Senin, (25/4).

     

    Sementara itu, Oprasional Manejer, Topan, usai pemeriksaan menjelaskan, tadinya saya tidak mengenal orang itu, tetapi langsung saya ditetapkan sebagai saksi dari PT Semar Perdana Bekasi, sebagai Distributor Minyak goreng merek Wilmar. Pemeriksaan dilaksanakan mulai pukul pukul 10,00 sampai pukul 17.00 WIB, jelasnya.

     

    Ketika ditanya, apa saja yang dipertanyakan oleh Tim Kejaksaan, hingga menghabiskan waktu lama,Topan, tidak bersedia menjelaskannya.

     

    “Saya memeberikan keterangan apa adanya, kami juga diambil sumpah, bahwa kami memberikan keterang yang sebenarnya,” katanya.

     

    Saat ditanya tentang ribuan Dus minyak Goreng di Gudang Metland Tambun, Topan, mengatakan, stok minyak goreng di gudang Metland Tambun, sebanyak 1.000 Dus,  merupakan pesanan lama, tetapi baru datang, ujarnya.

     

    “Minyak tersebut tidak disita, yang dibawa oleh Tim dari Kejaksaan hanya kertas yang berisi dokumen,” uangkapnya.   

    Pengamatan wartawan di lapangan, Tim Kejaksaan dan Polri melakukan pemeriksaan di salah satu ruangan administrasi PT Semar Perdana Bekasi. Wartawan yang ingin melakukan peliputan tidak diperbolehkan mendekati lokasi pemeriksaan. (dpt/mery)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +