• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    PT Hab Dong Indonesia Diduga Langgar PP Nomor 35 Tahun 2021

    Sku Metropolitan
    28/04/22, 22:37 WIB Last Updated 2022-04-28T15:37:08Z

     

    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN--- Diduga tidak membayar upah kelebihan kerja (Over Time) Karyawan PT  PT Hab dong Indonesia, melapor ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Kamis, (28/4).

     

    Sumarno, S.H kuasa karyawan    PT Hab dong Indonesia, menjelaskan,  PT Hab dong Indonesia dinilai langgar Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021 tentang jam kerja, jelasnya.

     

    "Kami dari kantor hukum Gilang dan Partner pada prinsipnya hari ini ingin menyampaikan surat pengaduan klien kami, salah satu pekerja di PT Hab Dong Indo, karena mereka bekerja melampuai batas waktu yang ditentukan," ucapnya.Kamis

     

    Menurutnya, diduga sudah hampir 1,5 Tahun PT Hab Dong Indo, tidak membayar jam lebih (Over Time) kepada para karyawan, oleh karena itu mengadu kepada pihak anggota DPRD khususnya, Komisi IV untuk segera ditindak lanjuti.

     

    "Dalam Hal ini kami berharap dan berkenan untuk menunaikan kewajibannya membayarkan hak-hak karyawan, dimana kami menemukan over time (kelebihan jam kerja) yang belum di bayarkan dari bulan November tahun 2020" pungkasnya.

     

    "Jangan dianggap bahwa, pekerjaan ini seolah-olah tidak ada payung hukum yang melindungi mereka bekerja, untuk nilai sendiri kami berasumsi dan menduga kisaran tidak kurang 20  s/d 50 juta per pekerja" ungkapnya.

     

    Tambahnya, Dari Pihak Dinas Ketenagakerjaan, Provinsi Jawa Barat, sudah melakukan sidak beberapa waktu lalu ke PT. Hab Dong Indo, dan berdasarkan pengaduan tersebut dibenarkan oleh pihak perusahaan belum dibayarkan.

     

    "Kalau memang perusahan tidak menggubris kami akan berupaya secara hukum. Kami hanya meminta kepada pihak perusahan untuk membayarkan hak-hak karyawan sesuai peraturan" tutupnya.

    Hingga berita ini dibuat, pihak perusahaan belum berhasil dikonfirmasi. (Ely)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +