• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    SMKN 3 Depok Butuh Tambahan RKB dan Pembangunan Infrastruktur

    Sku Metropolitan
    26/04/22, 08:22 WIB Last Updated 2022-04-26T01:22:25Z

     

    DEPOK, MEDIA METROPOLITAN-- SMK Negeri 3 Depok yang berada di Jalan Raya Kalimulia, Kelurahan Kalimulia, Kecamatan Cilodong, merupakan SMK Negeri termuda ke dua dari empat SMK Negeri yang ada di Kota Depok. Sekolah yang berdiri pada tahun 2012 ini, setidaknya telah meluluskan delapan kali generasi.


    Hingga saat ini dalam kegitan belajar mengajar sebagian besar anak didiknya masih menumpang di SMA Ganesa yang beralamat Jln.Merdeka, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya.


    Walaupun sebenarnya telah memiliki gedung sendiri yang dibangun tahun 2019, namun ruang kelas yang tersedia disana baru ada 3 ruang kelas yang hanya bisa menampung 3 rombongan belajar ( Rombel ). Selebihnya ruang yang ada diperuntukan untuk ruang praktek, ruang lab, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan dan ruang ibadah,


    Kepala sekolah, SMKN 3 Depok,  Drs Samsuri M M, mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya telah mempunyai jumlah siswa sebanyak 41 rombongan belajar ( Rombel ) dengan jumlah siswa kurang lebih 1400 dan 38 Rombel, sebagian masih menumpang di SMKN Ganesa, karena belum memiliki ruangan belajar.


    Dirinya sedikit mengeluhkan kondisi sekolah yang berada di dua tempat terpisah.


    ‘Bagaimana tidak, ketika KBM harus dilaksanakan di Gedung B (Gedung SMK Ganesa, Sukmajaya), sedangkan untuk praktek harus di aksanakan Gedung A ( Kalimulia, Cilodong ), tentu akan memakan waktu, biaya dan tenaga, karena jaraknya lumayan jauh.’’keluhnya.


    Adanya tudingan dari masyarakat terkait lambatnya progres lanjutan pembangunan Gedung SMKN 3, dirinya tidak membantah hal tersebut. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat pembangunan di SMKN 3 Depok ini terkesan melambat. Selain keterbatasan anggaran, faktor lainnya adalah wabah pandemik covid 19 yang berkepanjangan yang tadinya anggaran akan dialokasikan untuk pembangunan sekolah menjadi dialihkan untuk penanggulangan pandemik Covid 19.


    Menyikapi hal ini, dirinya mengaku tidak berdiam diri, pihaknya selalu mencoba memikirkan bagaimana caranya untuk mempercepat pembangunan di SMKN 3 ini. Yaitu dengan cara mengusulkan lanjutan pembangunan RKB dan infrastruktur lainya ke Pemprop Jawa Barat, termasuk dengan menggalang dan melibatkan peran serta masyarakat serta menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan yang perduli dengan pendidikan, melalui Corporate Social Responsibility. ( CSR ).


    Menurutnya, bukan hanya ruang RKB yang masih minim, berbagai infrastruktur lainya masih sangat kurang, termasuk akses jalan menuju sekolah yang sampai saat ini masih beralaskan tanah..


    ‘Dengan penggalangan dana dari masyarakat, baru baru ini, sekolah kami telah bisa membangun turap di pingiran sekolah dan halaman sekolah sudah dicor beton. Itu semua adalah hasil partisipasi masyarakat,’’ tandasnya.


    Samsuri lebih lanjut mengatakan, tahun ini ( 2022  ) kalau tidak ada hambatan, SMKN 3 sudah ada pembangunan lanjutan dengan penambahan 3 Ruang Kelas Baru (RKB).


    Dia berharap pembangunan RKB lanjutan bisa sesegera mungkin terealisasi, sehingga beberapa tahun kedepan, dalam aktivitas kegiatan belajar mengajar tidak lagi menggunakan gedung sewaan.


     Di tempat terpisah, pemerhati pendidikan Robintang Mahulae yang juga ketua LSM Lampados, merasa prihatin dan sangat menyayangkan lambatnya progres pembangunan lanjutan di SMKN 3 Depok ini. Menurutnya kalau pemerintah konsen dalam menangani pembangunan disana mustinya anak didiknya tidak lagi menumpang disekolah lain.Apalagi bila dilihat dari usia sekolah, yang pada tahun 2022 sudah genap berusia sepuluh tahun.


    ‘’ Kan tinggal melanjutkannya, lahan sudah ada, sewa gedung lumayan besar,’’tandasnya.


    Dirinya berharap,  pemerintah lebih focus dalam menangani pembangunan lanjuatan di SMKN 3, sehingga beberapa tahun kedepan tidak ada lagi nyewa nyewa gedung.


    “Sewa gedung, lebih baik dipakai untuk pembangunan sekolah,’’tegasnya. ( Jalampong )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +