• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    HTB Bekasi Raya Gelar Pelatihan Marhata Adat

    Sku Metropolitan
    01/05/22, 21:08 WIB Last Updated 2022-05-08T10:55:33Z

     

    KAB BOGOR, MEDIA METROPOLITAN--Hasadaan Tampubolon (HTB) Bekasi Raya, gelar Pelatihan Marhata Adat, tanggal 29 April hingga 1 Mei 2022 di Villa Tjokro 5, Ciburial, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

     


    Pelatihan Marhata Adat ini bertujuan untuk melatih para anggota dan pengurus wilayah atau sektor, agar bisa  memahami cara Marhata disaat acara Sukacita dan Duka cita.

     

    HTB Bekasi Raya terdiri dari dua puluh enam (26) Sektor, berada di Kota dan Kabupaten Bekasi serta Kabupaten Karawang dan Cikampek, Provinsi Jawa Barat. Setiap Sektor mengutus anggotanya atau pengurusnya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

     

    Panitia pelaksana pelatihan Marhata Adat, Tigor Tampubolon, menjelaskan,  denganh dilaksanakannya pelathina Marhata Adat ini akan menghasilkan bibit menjadi Raja Parhata di acara Pesta suka cita maupun acara Duka cita. Adat dan Budaya adalah bagian penting dari proses kehidupan sehari-hari, yang harus dilestarikan, agar dapat diwariskan kepada generasi penerus Suku Batak.

     

    “Saat ini pengetahuan/pemahaman sebagian besar masyarakat terhadap adat dan budaya Batak sudah semakin berkurang,” uangkapnya, Minggu, (1/5).

     

    Menurut Tigor,  dalam Keluarga orang Batak Pernikahan memiliki Tiga, kategori yang dianggap sah, yaitu, secara Agama, diakui secara Catatan Sipil dan diakui secara Adat.

     

    “Oleh karena itu Budaya dan Adat memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari orang Batak,” ujar Tigor, yang juga sebagai ketua Adat di HTB Bekasi Raya.

     

    Tigor Menambahkan, Karena itu sudah merupakan kewajiban bagi semua pihak termasuk Pemerintah untuk menjaga sekaligus merevitalisasi kembali adat dan budaya tersebut, sebut saja Darwin Siagian. Ia juga berharap melalui seminar ini dapat membahas bagaimana mengefisienkan waktu pelaksanaan Adat tanpa mengurangi makna dari adat tersebut dan hubunganya dalam peningkatan ekonomi masyarakat ke depan. Melalui adat dan budaya, ini menjadi daya tarik pariwisata.

     

    Dalam laporannya Sardino Tampubolon sebagai Ketua pelaksana Seminar Marhata Adat mengatakan bahwa kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk menemukan bagian dari adat dan budaya batak yang ada, karena adat dan budaya merupakan penting dari proses kehidupan sehari-hari masyarakat batak. (dpt)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +