• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Laporan Penggunaan Dana BOS SMPN 4 Cikut di Masa Pandemi Dipertanyakan

    Sku Metropolitan
    22/05/22, 14:56 WIB Last Updated 2022-05-22T07:56:29Z

     

    KAB BEKASI, MEDI METROPOLITAN--Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah menegah Pertama (SMP) Negeri 4 Ckarang Utara, Kabupaten Berkasi, dipertanyakan. Pasalnya, penggunaan dana tersebut diduga  tidak sesuai dengan  Petunjuk teknis.

     

    Dana bos yang diterima SMPN 4 Cikarang tahun anggaran 2020 Tahap Pertama sebesar Rp 405.570.000, Tahap kedua, Rp 540.760.000, dan tahap ke Tiga sebesar Rp 425.370.000. Berdasarkan Laporan Sekolah melalui www.kemendikbud.go.id  tahun 2020, pada tahap ke Dua tercatat,  biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 22.861.750, Biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp 38.525.000. Tahap ke Tiga, biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler sebesar Rp 2.172.500 dan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp 287.789.250.

     

    Penyelenggaraan pendidikan yang didanai Pemerintah melalui Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah ) Reguler untuk kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakulikuler Tahun 2020 diduga  fiktif, karena pembelajaran saat penerimaa dana BOS tahap ke- 2 dan Tahap ke-3, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah dilaksanakan melalui Daring. Total biaya untuk kegiatan  Pembelajaran dan Ekstrakulikuler, tahap ke-2 dan ke- 3 sebesar, Rp 24.0342.250.

    Selain biaya Pembelajaran dan Ekstrakulikuler, SMPN 4 Cikarang Utara, juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana tahap kedua  dan tahap ketiga sebesar Rp 326.314.250.

     

    Pasalnya, Sejak merebaknya wabah Covid-19 pada Awal Tahun 2020, seluruh proses KBM ( Kegiatan Belajar Mengajar ) tatap muka di seluruh indonesia khusus nya di Kabupaten Bekasi, baik tingkat SD, SMP dan SMA dilaksanakan secara Daring ( Online ) tak terkecuali di SMPN 4 Cikarang Utara. 

     

    Kepala sekolah SMPN 4 Cikarang Utara, Yoyok Daryono Ismoyo, ketika dikonfirmasi tertulis, No.       : 0019/RED/MP/Kof/II/22, 16 Februari 2022, hingga berita ini dibuat belum ada jawaban.                                                  

    Diberitakan sebelumnya, Laporan Pertanggung Jawaban (SPJ) penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2020, di beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bekasi diduga diwarnai rekayasa. 

     

    Ketua Umum LSM Peduli Anak Bangsa (PAB), Drs Halder S, mengatakan, sudah saatnya Aparat Penegah Hukum (APH), turun ke sekolah yang diduga melakukan rekayasa pelaporan penggunaan dana BOS.

     

    Kalau pengelola sekolah mengalokasikan dana untuk kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakulikuler, hingga puluhan juta, sangat tidak masuk akal. Semua siswa diwajibkan belajar jarak jauh (Daring). Biaya  pemeliharaan sarana dan prasarana, hingga ratusan juga tidak masuk akal, katanya heran..

     

    Menurutnya, aturan penggunaan dana BOS yang tertuang dalam Pasal 9A (1) Selama masa penetapan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Pusat, sekolah dapat menggunakan dana BOS Reguler dengan ketentuan sebagai berikut: a. pembiayaan langganan daya dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) huruf g dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah; dan b. pembiayaan administrasi kegiatan sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 2 huruf e dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya, jelasnya. (dpt)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +