• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Jumat Berkah, Kelompok Pengajian RT 009/014 Bagikan Ratusan Paket Nasi Kotak

    Sku Metropolitan
    10/06/22, 13:33 WIB Last Updated 2022-06-10T06:45:09Z

    BEKASI, MEDIA METROPOLITAN-- Ibu-ibu Kelompok Pengajian  Rukun Tetangga (RT) 009/014, Perumahan Bumi Lestari, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Seltan, Kabupaten Bekasi, bagikan ratusan nasi kotak kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Jompo.

    Mereka rela meluangkan waktu, tenaga dan dana, demi menyiapkan dan membagikan 150 paket nasi kotak untuk ODGJ dan Jompo, binaan, Yayasan Alfajar Berseri, di Kampung Pulo, Desa Suberjaya Kecamatan Tambun Selatan, Jumat (10/6).

    Koorninator Kelompok pengajian, Nicolina, mengungkapkan, setiap hari jumat kelompok pengajian Ibu- ibu RT 09 melaksanakan Jumat Berkah, dengan membagikan nasi kotak kepada warga yang dinilai membutuhkan. Pembagian nasi kotak ke warga binaan, Yayasan Alfajar Beseri, merupakan ke dua kali. Pada saat bulan suci Ramadhan lalu, kami juga sudah membagikan ratusan paket nasi kotak, ungkapnya.

    Pembagian nasi kotak hari ini dilakukan kelompok pengajian ibu-ibu didampingi Ketua RT 009, Dapot Tampubolon. Kegiatan ini untuk mendekatkan diri bersama masyarakat sekaligus mengajak masyarakat agar peduli sesama” terangnya.

    Dia menambahakna, kegiatan ini sudah berlangsung sejak, beberap bulan lalu. Kegiatan ini juga terpusat di Pos Serba guna, RT 009, dan dilaksanakan setiap hari Jumat, tambahnya.


    Sementara itu, Ketua Yayasan Alfajar Bersinar, H. Marsan, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh kelompok pengajian Ibu- ibu, RT 009. Dengan bantuan tersebut akan meringankan biaya pengeluaran yang kami butuhkan setiap hari, katanya.


    Menurutnya jumlah Binaan ODGI dan Jompo 482, setiap hari membutuhkan beras satu (1)  kwintal Tujuh puluh lima (75) Kg, untuk tiga kali makan. Jumlah karyawan sekitar 52 orang,  karyawan tersebut untuk kebersihan, juru masak, tukang cuci dan bagian admistrasi.


    “Yayasan ini sebenarnya tidak menerima orang jompo, tetapi karena ada kiriman dari pihak Kepolisian, kita tampung, kami mengharapkan batuan dari warga lainnya,” ungkapnya. (Yosua)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +