• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Edi Setiawan: Hanya Kab Bekasi yang Telah Memiliki IKIK

    Sku Metropolitan
    14/07/22, 07:07 WIB Last Updated 2022-07-15T00:09:53Z


    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN-- Kabupaten Bekasi menjadi satu-satunya kabupaten/kota se-Indonesia yang telah memiliki Indeks Kepedulian Isu Kependudukan (IKIK). 

     

    Hal tersebut dikatakan Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan dari BKKBN Pusat, Edi Setiawan saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi IKIK yang digelar di Hotel Java Palace Jababeka Cikarang Utara, pada Rabu (13/07).

     

    “Kami telah menyusun IKIK dari tahun 2013, tetapi hanya kita hitung untuk level nasional dan level provinsi. Kemudian dengan kerjasama ini, baru Kabupaten Bekasi yang memanfaatkan peluang ini untuk kita bisa menghitung IKIK untuk level kabupaten/kota,” jelas Edi Setiawan.

     

    Dengan begitu, Kabupaten Bekasi menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota yang pertama memiliki penghitungan Indeks Kepedulian Isu Kependudukan untuk tingkat Kabupaten/Kota.

     

    “Jadi Kabupaten Bekasi menjadi satu-satunya dari 500 sekian Kabupaten/kota yang mempunya angka IKIK, dan kita harapkan kabupaten/kota lain bisa tergerak menjadikan IKIK sebagai salah satu sumber indeks untuk bisa mengukur bagaimana kepedulian terhadap isu-isu kependudukan,” harapnya.

     

    Dengan memiliki penghitungan IKIK, Edi berharap akan menjadi rujukan setiap pemerintah daerah untuk membangun wilayahnya. Ada empat komponen dari IKIK yaitu komponen kualitas, kuantitas, mobilitas dan lingkungan.

     

    “Manfaatnya apa, ketika kita mengetahui indikator-indikator tersebut, kita jadi tahu lemahnya dari pembangunan kependudukan Kabupaten Bekasi apa? Misalnya masih tingginya angka pengangguran dan perceraian, itu masih menjadi penyebab kualitas di Kabupaten Bekasi itu masih rendah,” paparnya.

     

    Selain itu, juga kepemilikan akte kelahiran masih sangat rendah serta banyaknya generasi muda yang tak menamatkan sekolahnya baik ditingkat SMP dan SMA.

     

    “Tingkat pendidikan drop out level SMP dan SMA masih tinggi , nah ini masih menjadi kendala dari sisi komponen kualitas,” tambahnya.

     

    Dengan penghitungan IKIK, permasalahan tersebut akan diketahui penyebab serta solusi untuk menanganinya.

     

    “Jika telah mengetahui, kita bisa memberikan advokasi kepada dinas terkait, pekerjaan rumah apa yang nantinya bisa dijadikan sebagai prioritas bagi pembangunan kependudukan Kabupaten Bekasi,” tandasnya.(Ely)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +