• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Ketum LKBH-PKN Desak Polri Usut Tuntas Brigadir J

    Sku Metropolitan
    18/07/22, 17:00 WIB Last Updated 2022-07-20T12:03:20Z

     




    KOTA BEKASI, MEDIA METROPOLITAN--, Ketua Umum lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Perisai Kebenaran Nasional (LKBH-PKN), Dikaios Kaleb Mangapul Sirait sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat dan terpanggil untuk mengawal, dan mendesak pihak penegak hukum terkait kasus Polisi tembak Polisi di rumah dinas Polisi Kadiv. Propam Irjen Ferdi Sambo.

     

    Juga meminta Polri serta Tim khusus yang sudah dibentuk bekerja transparan, profesional, akuntabel, agar tidak simpang siur sesuai dengan berita-berita yang sudah beredar.

     

    Dalam pernyataan tersebut, pihaknya melihat bahwa perkara ini mudah diungkap, namun ada apa? Dan kenapa terkesan susah untuk diungkap? Dikaios Kaleb Mangapul Sirait selaku Ketua Umum LKBH-PKN dalam keterangan Persnya kepada wartawan, Senin, 18 Juni 2022, dikantornya Jl. Raya Narogong, Kota Bekasi, Jawa Barat.

     

    “Perkara ini sebenarnya mudah diungkap tapi kok kesannya seperti susah dan lamban diungkap oleh kepolisian,” katanya.

     

    Dirinya berharap, dalam perkara ini, jangan ada sistem semacam ‘koncoisme‘ mengingat Kapolri Pak Listyo yang memilih dan mengangkat Irjen Ferdi Sambo selaku Kadiv Propam.

     

    Dalam hal ini, " Kami Dewan Pimpinan Pusat LKBH PKN dengan pernyataan sikap terkait kematian Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat, ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo supaya diusut tuntas secara, transparan, profesional dan akuntabel."

     

    "Soal Kapolda Metro Jaya dan Irjen Ferdi Sambo bertemu dan saling berpelukan menurut saya itu tidak masalah, tapi mengingat peristiwa hukum ini ada di wilayah Polda Metro Jaya, saya minta jangan ada ‘koncoisme’." Ungkapnya.

     

    Lanjutnya, kalau disebutkan dugaan  perselingkuhan, seperti dinyatakan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, artinya berselingkuh seperti tepuk tangan. Nah brigadir J statusnya apa?.

     

    “Kalau dia (Brigadir J-red) dikatakan dugaan perselingkuhan, kan dia polisi, kan ada yang namanya kode etik, ada yang namanya peraturan hukum di tubuh Polri dan hukum-hukum pidana. Kan gak mungkin adu tembak. Ada apa itu,?" ujarnya seraya bertanya.

     

    “Apapun yang disangkakan, atau didugakan, harusnya ada proses hukum, bukan ditembak. Lalu ada wartawan sampe diintimidasi, sampe ketua RT juga keberatan. Saya juga keberatan. Jadi saya sampai sekarang tidak percaya. Itu menurut saya, bolehkan. Sebab saya gak melihat,” katanya.

     


    Sesuai informasi yang didapat Dikaios, bahwa Brigadir J merupakan jago tembak (sniper-red), akan tetapi dari 5 kali tembakan tidak satupun yang mengena pada lawannya, hal ini menjadi pertanyaan, dan timbul kecurigaan, begitu juga fakta-fakta foto yang diperlihatkan keluarga Brigadir J, atas dasar keganjilan-keganjilan yang ada, warga masyarakat Indonesia sampai detik ini masih menunggu keakuratan atas kematian Brigadir J. sebutnya.

     

    Dalam kesempatan itu juga dia sampaikan bahwa Perisai Kebenaran Nasional adalah sebuah wadah perkumpulan spesial pemerhati hukum dan narapidana. Artinya setiap kesenjangan dalam penegakan hukum pihaknya siap menjadi garda terdepan.

     

    Ketua Umum beserta seluruh jajaran DPP yang hadir berkomitmen akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas secara natural. Sebagaimana Polri telah mengungkap kasus-kasus pidana umum lainnya. Bahkan dia menyebut agar dibentuk sebuah tim gabungan pencari fakta sebagai langkah untuk mengungkap perkara tersebut.

     

    ”Jadi kebenaran itu tidak akan bisa dikalahkan oleh kekuatan politik atau kekuatan jabatan, tapi kebenaran tetap jadi pemenang akhir. Begitu juga hukum adalah panglima tertinggi direpublik ini." Tegas Ketua Umum. (rait)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +