• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Fajar Paper Jadi Contoh Sektor Industri Penerapan Ekonomi Sirkuler 2

    Sku Metropolitan
    08/08/22, 18:51 WIB Last Updated 2022-08-11T13:10:18Z
    Fajar Paper Jadi Contoh Sektor Industri Penerapan Ekonomi Sirkuler 2


    KAB. BEKASI, MEDIA METROPOLITAN - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (Fajar Paper), produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia, pada pertengahan Juli 2022 mendapatkan kunjungan verifikasi lapangan dari Kantor Staf Presiden (KSP), yang saat ini sedang terus berupaya mendorong penerapan ekonomi sirkuler pada sektor industri di Indonesia. 

    Kunjungan tersebut dihadiri jajaran Pusat Industri Hijau, Kementerian Perindustrian yang menilai PT Fajar Surya Wisesa di Cikarang, Kabupaten Bekasi merupakan percontohan penerapan ekonomi sirkuler yang mengolah 100% bahan baku dari bahan recycle  dan memproduksi kertas kemasan (packaging) untuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dan kurang lebih 20 negara tujuan ekspor.

    Direktur PT Fajar Surya Wisesa Yustinus Kusumah menjelaskan, penerapan ekonomi sirkular di sektor industri, khususnya manufaktur, sudah menjadi keharusan agar tetap menjadi yang terdepan dalam menghadapi persaingan. Konsumen saat ini tidak hanya melihat kualitas produk, namun juga memperhatikan aspek lingkungan.

    "Pelaksanaan ekonomi sirkuler sudah menjadi keharusan supaya perusahaan terus terdepan dalam persaingan industri.” jelasnya, senin (8/8/2022).

    Sektor Industri diharapkan melakukan transformasi ekonomi hijau dengan menerapkan konsep ekonomi Sikular demikian  hal tersebut disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Agung Krisdiyanto.

    "Ekonomi sirkuler merupakan salah satu pilar kunci dalam kampanye green economy terhadap kelestarian lingkungan hidup dan sustainable development disamping transisi energi," kata Agung. 

    Agung mengungkapkan dunia saat ini dihadapkan pada masalah  keterbatasan sumber daya primer baik berupa air, energi dan bahan baku.sehingga konsep ekonomi sirkular merupakan model industri baru yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.

    Konsep itu, tidak hanya fokus pada pengolalan limbah, namun juga menggunakan proses produksi dimana bahan baku dapat digunakan berulang-ulang, sehingga terjadi pemanfaatan besar terutama untuk sumber daya alam.

    "Untuk itu,  dengan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle and Recovery) ekonomi sirkuler merupakan jawaban dunia industri untuk Green Economy, Sustainable Development Goal, dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.”ungkapnya. 

    Perwakikan Kebijakan di Pusat Industri Hijau Kemenperin, Andriati Cahyaningsih mengharapkan Ekonomi sirkuler di makin banyak diterapkan oleh seluruh industri di Indonesia karena prinsip efisiensinya tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan namun juga daya saing industrinya sendiri.

    "Salah satu fokus utama dari ekonomi sirkuler yang terus didorong adalah peningkatan nilai tambah dari bahan baku daur ulang (BBDU).” jelasnya. 

    Untuk diketahui,  bahwa PT Fajar Surya Wisesa sendiri telah menerapkan beberapa teknologi selain dari pemanfaatan 100% limbah kertas sebagai bahan baku daur ulang (BBDU).

    Untuk pemisahan limbah kertas sebagai bahan baku pun menggunakan teknologi drum pulper untuk memisahkan kontaminan. 

    Teknologi lain yang juga digunakan untuk pemanfaatan by product diantaranya teknologi insenerasi limbah dan pengolahan limbah cair yang by product-nya digunakan untuk pembangkitan listrik, hingga pusat recycle dari kontaminan untuk produksi bijih plastik. (Red) 


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +