• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kodo Buat Harijadi Kab Bekasi, Bapenda Raih PAD 54 Persen

    Sku Metropolitan
    18/08/22, 21:22 WIB Last Updated 2022-08-18T14:22:54Z

    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN—Pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebsar Rp. 1,1 Triliun 38 Milyar dari target 2 Triliun 65 Miliyar.  

     

    Dari Program-program Bapenda Kabupaten Bekasi yaitu  Penghapusan Sanksi Administrasi atau Denda Piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), hingga jemput bola yaitu pelayan keliling dan program unggulan inovasi Bapenda lainnya seperti Qris serta Tapping Box yang terus digalih agar memenuhi target PAD Kabupaten Bekasi.

     

    Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Herman Hanafi mengatakan Bapenda terus melakukan inovasi untuk menggali potensi PAD dan mempermudah masyarakat. Kali ini, dalam rangka hari jadi Kabupaten Bekasi ke-72 dan Hut RI ke-77 bahwa program program Penghapusan Sanksi Administrasi atau Denda Piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)  masih berlaku sampai dengan tanggal 31 Agustus itu peruntukkan untuk Pajak Terhutang (SPPT) yang di terbitkan hingga 2021 untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat tidak di bebani denda.

     

    "Jadi diharapkan ya kurang lebih sekitar 2 mingguan lagi itu akan berakhir bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kabupaten Bekasi untuk segera membayarkan pajak PBBnya seperti itu. Ity dilakukan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi yang ke - 72 dan HUT Republik Indonesia yang ke - 77," kata Herman Hanafi.

     

    Terang dia, dari sisi realisasi terhadap adanya program pembebasan denda tersebut  tentunya ini bentuk signifikan dan efektif juga untuk penerimaan pajak daerah terutama dari sektor Pajak PBB, menurut dia sampai dengan hari ini untuk realisasi pbb sudah mencapai 65,11% secara persentase dari target yaitu RP. 532 M, itu realisasi nya sudah mencapai Rp 347 M.

     

    "Kita mengejar pembangunan di Kabupaten Bekasi dengan kondisi sedang Revolusi, untuk warga yang memiliki hutang cukup bayar pokoknya saja," ujarnya

     

    Dijelaskan dia, pembayaran bisa dilakukan sistem transfer melalui Bank BJB atau seperti swalayan Indomaret, Tokopedia kini bisa melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia dan virtual acount tujuannya untuk mempermudah membayar pajak jika warga ada diluar daerah Jabar bisa melalui itu, tidak hanya di BJB saja. Yaitulah yang  dikembangkan Bapenda memperluas pembayaran kanal-kanal agar mempermudah pembayaran dan transparan.

    Herman sapaan akrabnya menjelaskan kesempatan pada program ini berlaku sampai 31 Agustus 2022.

     

    "Kami mengajak masyarakat untuk membayar PBB sebelum jatuh tempo 31 Agustus 2022 karna Pajak daerah yang masyarakat bayar untuk membangun Kabupaten Bekasi yang kita cintai," tuturnya.

     

    Menurut dia, penerimaan dari PBB-P2 cukup besar terhadap postur penerimaan pajak daerah Kabupaten Bekasi. Untuk itu, ia mengimbau wajib pajak di Kabupaten Bekasi untuk taat dalam membayar pajak.

     

    Pandemi Covid-19, sambungnya, tidak menggugurkan kewajiban wajib pajak untuk membayar pajak dan berkontribusi besar terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi serta pembangunan dan perekonomian daerah.

     

    "PBB merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang cukup potensial sebagai sumber pembiayaan kegiatan pemerintahan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi serta pembangunan dan perekonomian daerah," tuturnya.

     

    Selain itu untuk terus mencapai target pajak, Bapenda juga melakukan pelayanan keliling ke masyarakat ditingkat UPT itu  mereka setiap hari Sabtu atau Minggu itu diluar jam kerja ada yang namanya pelayanan keliling, sambungnya, jadi dari pelayanan keliling itu memang dicari waktunya itu hari libur sabtu atau minggu karena kalau hari kerjakan masyarakat biasanya sibuk dengan aktifitas nya masing-masing.

     

    "Jadi dengan adanya pelayanan keliling itu bisa mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam hal pembayaran Pajak PBB, apalagi sekarang ya masih berlaku pembebasan denda juga pelayanan keliling itu sangat dirasakan sekali manfaatnya oleh masyarakat dari sisi pelayanan dari sisi pemerintah daerah tentunya dari pemerintahan pajaknya," tuturnya.

     

    Pihaknya juga mendapat potensi potensi PAD lagi seperti sewa stadion dari Klub Bhayangkara FC itu di Dinas Olahraga jadi tentunya dari sisi retribusinya ada dari sisi pajak nya ada, jadi untuk retribusi itu terkait dengan penyewaan stadion nya, untuk penjualan tiket- tiket pertandingannya itu masuk ke pajak.

     

    "Kami masih optimis mencapai target PAD Kabupaten Bekasi karena ya sekarang covid juga sudah mulai turun, jadi perekonomian masyarakat sudah kembali normal seperti restoran, wisata dan untuk pertandingan olahraga masuknya pajak hiburan, ya sekarang konser-konser sudah mulai ada lagi seperti di restoran itu IO Bisokop juga tempatnya didaftarkan sebagai wajib pajak seperti bioskop," tandasnya.

     

    Herman mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya wajib pajak agar taat membayar pajak. Karena dengan membayar pajak turut serta dalam pembangunan daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19. Khususnya di Kabupaten Bekasi. (Adv/dpt)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +