• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Distrik XIX Gelar Worskhop Sertipikasi Tanah HKBP

    Sku Metropolitan
    28/09/22, 21:24 WIB Last Updated 2022-09-28T14:24:19Z

     

    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN—Menindaklanjuti Nota Kesepahaman  Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan Kementerian Angraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ART/BPN), Nomor/620/L19/V/2022, Nomor: 5/SKB-HK.03.01/V/2022, Tentang pelaksanaan pendaftaran tanah, Asistensi pencegahan dan penanganan permasalahan pertanahan Aset Huria Kristen Batak Protestan.

     

    HKBP Distrik XIX meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi menggelar Worskhop di HKBP Maranatha, Tambun Selatan, Rabu (28/9).

    Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional, Kota Bekasi,  Amir Sofwan, A.Ptnh.,MAP dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional, Kabupaten Bekasi, Dr. Hiskia Simarmata, M.Si.,M.Kn.

     

    Kepala Kantor BPN Kota Bekasi, Amir Sofwan, mengatakan, kebijakan sertipikat tanah lembaga keagamaan, di Kota Bekasi harus melalui Memorandum of Understanding (MoU), antara BPN Kota Bekasi dengan HKBP Distrik XIX. Hal itu dibuat untuk menindak lanjuti,  Nota Kesepahaman  Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan Kementerian Angraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ART/BPN), katanya.

     

    Sementara itu, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional, Kabupaten Bekasi, Dr. Hiskia Simarmata, mengungkapkan, dengan adanya Nota Kesepahaman  HKBP dengan Kementerian Angraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ART/BPN),  merupakan peluang bagi HKBP di wilayah Bekasi untuk mengajukan sertipikat tanah milik Gereja HKBP. Apabila lahan Gereja tersebut sudah sertipikat, tetapi dibuatkan atas nama pribadi, agar segera dialihkan menjadi atasnama HKBP Pusat, ungkapnya.

     

    Hiskia, menambahkan, apabila sertipikat tanah Gereja masih atasnama pribadi, dikwatirkan akan menimbulkan masalah di belakang hari, apabila pemilik yang namanya tercantum dalam sertipikat tersebut sudah tiada. Kalau anak-anak atau keturunannya mengakui bawa lahan tersebut milik Gereje, tidak akan menimbulakn masalah, tetapi kalau tidak mengakui, hal itulah yang menjadi permasalahan, tambahnya.

     

    “Saya mengharapkan Nota kesepahaman antara ART/BPN dengan HKBP segera dilaksanakan untuk pengalihan hak kepemilikan tanah Gereja.” ujarnya.

    Acara dihadiri Praeses Distrik XIX, Pdt Mangatur Manurung M.Th dan  semua Pendeta dan pengurus Gereja HKBP se Kota dan Kabupaten. (Dpt).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +