• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kepsek SMAN 2 Depok Bantah Diskriminasi Terhadap Siswa Beragama Kristen

    Sku Metropolitan
    08/10/22, 07:46 WIB Last Updated 2022-10-08T00:46:49Z

     

    Guru Pembina Rokris Mayesti Sitorus Tengah ( no 5) dari kiri.


    DEPOK, MEDIA METROPOLITAN---SMA Negeri 2 Depok saat ini menjadi trending topik dalam pemberitaan yang diduga telah terjadi diskriminasi kepada siswa yang beragama Kristen yang tidak memberikan ruangan untuk melaksanakan rohani Kristen.

     

    Kepala sekolah Wawan Ridwan no Tengah ( no 6) dari kiri

     Hal ini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat tidak terkecuali Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan tehnologi ( Kemendikbudristek ), Nadiem Makarim.

     

    Dalam siaran Persnya Makarim mengatakan, keperhatinannya atas diskriminasi yang dialami oleh pelajar yang beragama Kristen di SMAN 2 Depok. Sebagaimana yang diamanatkan  dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa pendidikan diselenggrakan cecara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskrimatif, dengan menjunujung tinggi  hak azasi manusia, nilai keagamaan , nilai kultural dan kemajemukan bangsa.

     

    ‘’ Pemerintah daerah, dengan didukung oleh pemerintah Pusat wajib memastikan sekolah untuk memberikan proses pembelajaran yang tidak diskriminatif dengan menjujung tinggi hak azasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa’’ lanjutnya.

     

    Namun kabar yang beredar tersebut dibantah oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Depok Wawan Ridwan, dengan mengatakan tidak ada praktek diskrimianasi terhadap agama tertentu di SMAN 2 yang dipimpinya.

     

    Wawan menambahkan seluruh aktifitas keagamaan di sma 2 Depok sudah difasilaitasi dengan baik, tidak ada larangan apapun untuk mengadakan kegiatan keagamaan disekolah tersebut.

     

     Wawan menjelaskan kronologi yang sebenarnya yang terjadi pada 30 september 2022. Yang bermula saat ruang multi guna yang biasa digunakan siswa rohani kristen dalam kondisi berantakan karena dipakai  tempat seragam siswa kelas X.

     

    ‘’Jadi ketika itu untuk kegitan Rohani Kristen dipindakan keruang pertemuan lantai 2, namun petugas kebersihan terlambat  membukakan pintu sekolah sehingga anak didik yang mau rokris harus menunggu di lorong sekolah seperti yang terlihat dalam poto yang sudah beredar’’ ungkapnya.

     

    Wawan, menepis jika siswanya yang mau melaksanakan Rokris tidak diberi ruangan, dia pun menjelaskan, dalam poto yang sudah beredar adalah siswa yang sedang menunggu pintu ruang pertemuan dibukan oleh petugas kebersihan yang terlambat membukaan ruang pertemuan, pada saat itu siswa yang akan melaksanakan rohani Kristen sudah datang.

     

    Pembina kerohanian Kristen SMA 2, Mayesti Sitorus mengatakan Semula siswa-siswi ini menggunakan ruang multiguna, namun sekarang dilarang menggunakan dengan alasan ada seragam sekolah di dalamnya. “Semua ruangan multiguna, namun sekarang dilarang dengan berbagai alasan,” ucapnya.

    Bahkan staf kesiswaan sempat melontarkan kata-kata akan membekukan Rohkris. Miris memang melihat kondisi siswa-siswa penerus bangsa ini yang mendapatkan diskriminasi, dikatakanya pada jumat 7 oktober 2022.

    Mayesti menambahkan,  kejadian itu bukanlah kali pertama Kerohanian Kristen tidak diberikan perlakuan yang menyenangkan oleh pihak sekolah. ( Jalampong )

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +