• Jelajahi

    Copyright © m.metropolitan.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pj Bupati Targerkan 187 Panambahan Bank Sampah

    Sku Metropolitan
    23/11/22, 21:55 WIB Last Updated 2022-11-23T22:50:02Z

     


    KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN—Untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat, perlu suatu inovasi yang harus dibuat untuk menjaga lingkungan. Bank sampah merupakan inovasi untuk mengatsi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Burangkeng yang telah melebihi kapsitas.

     

    Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatak, kini, telah ada lebih dari 200 unit bank sampah yang dibentuk secara mandiri oleh sejumlah komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Beberapa pengelola bank sampah juga merupakan binaan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, ujar Dani, saat menghadiri acara Takshow Sampah, di Ball Room Hotel Grand Cikarang Jababeka pada Rabu (23/11)..  

     

    Acara bertajuk Membangun Semangat, Mengolah Sampah dari Rumah yang digelar oleh UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah II dan III Dinas LH, Kabupaten Bekasi, secara khusus Pj Bupati Bekasi mengapresiasi komunitas bank sampah.

     

    "Dalam sehari ada lebih dari 2.000 ton sampah yang dihasilkan di Kabupaten Bekasi, tapi yang bisa dilayani hanya 600 ton saja ke TPA Burangkeng. Oleh sebab itu peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Saya berterimakasih kepada semua pengelola bank sampah yang peduli terhadap lingkungan," ucap Dani.

     

    Dani memaparkan, terdapat tiga kedaruratan terkait permasalahan sampah di wilayahnya. Pertama sampah yang dibuang ke aliran sungai, banyaknya TPS liar serta TPA Burangkeng yang telah overload.

     

    Oleh sebab itu, pihaknya menargetkan menambah setidaknya 187 bank sampah di setiap desa-desa untuk mengatasi permasalahan sampah yang kerap viral di media sosial.

     

    Langkah tersebut akan dimulai dengan cara membangun bank sampah induk yang nantinya jadi tempat penampungan sampah-sampah bernilai ekonomis dari masyarakat.

     

    "Sehingga hasil daur ulang itu nantinya akan kami buatkan bank sampah induk yang tugasnya menyerap produk-produk itu untuk disalurkan, bisa ke dinas atau ke swasta. Apa saja produknya seperti plastik, pupuk, atau lainnya," ujarnya.

     

    Dani Ramdan juga melakukan peninjauan dua Pusat Daur Ulang (PDU) sampah terpadu di desa Mekarmukti dan Pasirgombong, Cikarang Utara pada Rabu, (23/11). Pengolahan Daur Ulang (PDU) itu bisa menjadi percontohan adanya bank sampah induk di tingkat Kecamatan.

     

    Pengolahan sampah ini juga telah menghasilkan produksi maggot yang dapat dijual di pasaran.

     

    "Ini bisa jadi percontohan bagaimana nanti bank-bank sampah yang ada di tingkat RW itu, sebelum ke bank induk bisa juga lewat sini. Ini contoh bank sampah induk sebenarnya, ini yang sedang kita rancang untuk tingkat kabupaten itu ternyata bank sampah induk sudah ada di sini, jadi ini bisa jadi prototype," jelas Dani Ramdan (Dpt)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Pendidikan

    +