TP3 Kawal Musrenbang di Sejumlah Kelurahan Kota Bekasi

oleh -57 Dilihat

KOTA BEKASI MEDIA METROPOLITAN – Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Bekasi tahun 2024, pada 19 Jan 2023 serempak diadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di maasing-masing Kantor Kelurahan se-Kota Bekasi. 

Seperti di Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Pondokgede, kali ini  mengangkat tema “Penguatan Fungsi Pemerintah Melalui Reformasi Birokasi dan Transformasi Layanan Berbasis Digital” 

Dalam rangka percepatan pelayanan publik di  kelurahan, rencana mereka akan membuat program satu laptop satu RW, guna mempermudah komunikasi antar warga, sedangkan untuk mendukung digitalisasi data, mereka akan  membuat server di setiap Kelurahan guna menampung data base warga seperti; warga disabilitas, warga miskin, warga yang sakit dll. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong percepatan pelayanan publik. Selain itu, mereka juga akan membuat klinik 24  jam yang bernama “Siaga Kesehatan” untuk layanan kesehatan warga walaupun nanti dalam praktik dilakukan dengan model sifting tunggu baik itu petugas Puskesmas, perawat atau dokter terkait.

Diwaktu yang sama, Ketua Dewan Pakar Tim Percepatan Pelayanan Publik (TP3), Dr. Sumarsono, MDM ikut menghadiri acara musrenbang secara langsung di kelurahan Pengasinan kecamatan Rawalumbu dan berbicara langsung dengan  Lurah dan jajarannya untuk memastikan Musrenbang kali ini berjalan dengan baik dan lancar.

Dari informasi yang diperoleh ada sekitar 330 usulan dari beberapa RT dan RW yang sudah terkumpul hingga hari ini di Kelurahan Pengasinan saja, belum kelurahan lainnya. Dinamika kebersamaan terlihat nyata, yang membuktikan adanya semangat gotong royong antar warga.

Adapun pelaksanaan  Musrenbang ini,  dibiayai oleh pihak ketiga melalui e-catalog. 

Menurut pak Sumarsonono, problem utama di Kelurahan  adalah tidak ada biaya operasional atau taktis untuk anggaran Kelurahan dalam  pemantauan menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan (Binwas) wilayah dan hanya mengandalkan uang pribadi. Akibatnya, Lurah sering tombok dan tidak ada sisa gaji yang di bawa pulang.

Dalam kunjungannya, Ketua TP3 Sumarsono juga menemukan bahwa monografi kelurahan masih tahun 2021, kurang uptodate, dan ini akan mejadi problem untuk pendataan wilayah jika tidak diperbaruhi. Tetapi untungya, di setiap kelurahan dan RW di Kota Bekasi ada namanya “Pamor” atau pekerja yang khusus ditugaskan sebagai perpanjang tangan pelayan publik. Sehingga sekarang dalam pengurusan KTP, Kartu Keluarga, atau keperluan admistrasi lainya sangat terbantu dengan adanya pamor tersebut. Pelayanan publik semakin mudah dan masyarakat telah merespon dengan baik serta mendukung penuh keberadaan pamor dengan demikian disebut Kota Bekasi Keren. (Patir)

No More Posts Available.

No more pages to load.