Beberapa BUMDes di Kecamatan Sukakarya Diduga Mengalami Kerugian

oleh -6 Dilihat

KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN==Diduga akibat kurang Pengawasan, beberapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kecamatan Sukakarya mengalami kerugian. Hal itu terbukti dengan hasil monitoring dan valuasi (Monev) yang dilaksanakan oleh Tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi baru –baru ini

Chabib S, salah seorang anggota Tim Monev mengatakan, pada dasarnya BUMDes di Kecamatan Sukakarya itu giat dalam berusaha untuk ketahanan pangan, namun ada kendala.

Kendalanya adalah, Pertama banjir yang kedua penyakit untuk ternak yang ketiga kemungkinan adanya kekurangan anggaran.
“Pada dasarnya sudah ada analisis usaha namun di lapangan itukan pasti usaha ada kendala,” ujar Chabib.
Chabib, menambahkan, pada prinsipnya dari rencana awal dengan adanya Musyawarah Desa (Musdes) itu harus ada pembagian usaha, hasil usaha, namun begitu perjalan waktu ada kendala akhirnya tidak bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes)

“Kami akan evaluasi, awalnya di Kecamatan Sukakarya mau membuat semacam desa tematik, usaha bebek petelur, namun di perjalanan waktu itu ada kendala musibah banjir ada musibah penyakit. Adapun rencana penambahan anggaran kami masih malakukan evaluasi,“ungkapnya.

Monitoring dan Evaluasi diawali dari BUMDes Desa Sukaindah, dalam pelaksanaan monev tersebut tidak dihadiri direktur BUMDes. Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi didampingi pendamping desa dan jajaran pemerintah desa. Saat berada di lokasi kandang Budi daya bebek petelur dan kolam untuk Budi daya ternak ikan lele terlihat kosong.

Pendamping Desa Sukaindah, Mulyadi, saat di konfirmasi di lokasi mengatakan, BUMDes karya indah mandiri dibangun tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp 260.800.000, untuk penyediaan Bebek petelur dan ternak ikan Lele.
Menurutnya, awalnya Bebek petelur sebanyak 450 ekor, kini sisanya 300 an ekor yang di angon.

Sementara Desa Sukalaksana yang memiliki BUMDes Karya Bakti Laksana, juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta, untuk menyediakan Bebek 600 ekor. Pada saat musim hujan banyak hingga menyisahkan 420 ekor. (Karsim)