Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, Dorong Penguatan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Melalui Kompetisi Antar Pelajar.

oleh -3 Dilihat
oleh

KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN —
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, mendorong penguatan pembinaan sepak bola usia dini melalui kompetisi antarpelajar.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaring talenta-talenta muda dari berbagai daerah agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang menjadi pemain profesional hingga memperkuat tim nasional Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Sultan saat membuka turnamen BLiSPI Youth ke-5 yang memperebutkan Piala DPD RI di Stadion Wibawa Mukti, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Sultan mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berbakat. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka dan mendapatkan pembinaan secara profesional.

“Saya percaya dan yakin bahwa di luar sana, di daerah, begitu banyak talenta, begitu banyak bakat dan minat anak-anak yang memang hobi bola. Hanya saja, tidak semua punya peluang dan kesempatan yang sama,” kata dia, Minggu, 25 Oktober 2026.

Menurutnya, kompetisi sepak bola pelajar menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka akses bagi anak-anak di berbagai daerah agar dapat mengembangkan bakatnya sejak dini.

Ia menegaskan, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan ketika seorang pemain sudah menunjukkan kemampuan matang. Sebaliknya, proses pendampingan harus dimulai sejak usia muda melalui kompetisi yang berjenjang, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Karena saya percaya dan yakin, hanya melalui pendidikan usia dini, melalui kompetisi dari daerah, lalu kita dampingi dan fasilitasi, masa depan sepak bola kita akan jauh lebih hebat lagi,” ujarnya.

Sultan menilai, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya banyak talenta sepak bola potensial yang bisa ditemukan di berbagai pelosok negeri.

Karena itu, ia berkomitmen mendorong penyelenggaraan kompetisi BLiSPI secara konsisten bersama Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI).

Ia menjelaskan, pembinaan nantinya diharapkan berlangsung secara berjenjang, mulai dari kompetisi antarkampung atau antardesa, tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Melalui pola tersebut, para pemain muda yang memiliki potensi dapat terpantau sejak awal dan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita tidak boleh hanya berkompetisi pada saat pemainnya sudah jadi. Kita mau mendampingi dari awal. Harapannya, ke depan muncul pemain-pemain nasional yang betul-betul berasal dari daerah dan memiliki kesempatan yang sama, dari Aceh sampai Papua,” tuturnya.

Sultan menambahkan, BLiSPI sebelumnya telah berkontribusi melahirkan sejumlah pemain yang kemudian menembus level nasional. Ke depan, ia berharap sistem kompetisi dan pendampingan dapat semakin ditingkatkan agar proses pembentukan pemain berlangsung lebih terarah.

Dalam pembukaan turnamen tersebut, hadir pula mantan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong, yang memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan sepak bola usia dini.

Sultan mengatakan, kehadiran Shin Tae-yong diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus menambah wawasan bagi para peserta mengenai pentingnya proses pembinaan dalam membangun masa depan sepak bola Indonesia.

Menurut Sultan, Shin Tae-yong juga menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang, meskipun masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama dalam sistem pembinaan pemain.

Sementara itu, Shin Tae-yong mengatakan, pembinaan sejak usia dini melalui kompetisi yang terstruktur merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

Ia mengaku telah lama mengenal Sultan dan kerap berdiskusi mengenai perkembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya, kompetisi seperti BLiSPI dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pembinaan yang lebih baik.

“Saya yakin sekali sepak bola Indonesia dapat berkembang dengan baik kalau punya sistem yang baik seperti BLiSPI ini,” kata Shin Tae-yong.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pelatih berpengalaman, termasuk para legenda sepak bola, untuk membimbing para pemain muda.

Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan para pelatih tersebut dapat membantu membentuk kemampuan dasar pemain sejak awal sehingga fondasi sepak bola Indonesia semakin kuat.

Ia menambahkan, Shin Tae-yong menyambut baik upaya pembinaan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk mendukung pengembangan talenta muda, termasuk melalui jejaring sepak bola yang dimilikinya di Korea Selatan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pemain muda berbakat untuk memperoleh pendampingan yang lebih profesional.

“Jadi, mereka bisa menunjukkan bakatnya, kemudian bakat itu kita dampingi secara profesional. Dengan begitu, pemain sepak bola kita tidak muncul secara mendadak, tetapi melalui proses panjang,” tegasnya.

Turnamen BLiSPI Youth ke-5 diikuti puluhan tim yang terbagi dalam empat kelompok usia, yakni U-10, U-12, U-14, dan U-16. Pada kelompok U-16, sebanyak 20 tim ambil bagian dan dibagi ke dalam lima grup. Kelompok U-14 diikuti 24 tim yang terbagi dalam enam grup.

Sementara itu, kelompok U-12 diikuti 12 tim dalam tiga grup, sedangkan kelompok U-10 diikuti delapan tim yang terbagi dalam dua grup.(Ely)