Karawang Sabet Penghargaan Nasional dari Kementerian, Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp20,43 Triliun

oleh -3 Dilihat
oleh

KARAWANG, MEDIA METROPOLITAN-Metropolita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kabupaten Karawang secara resmi meraih penghargaan dengan kategori “Sangat Baik” dari Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Penghargaan yang ditetapkan pada 30 Juli 2026 tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Pemkab Karawang dalam mengoptimalkan kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta percepatan pelaksanaan berusaha di daerah sepanjang tahun 2026.

Bupati Karawang, Aep Syaepulloh, menjelaskan bahwa pencapaian gemilang ini didasarkan pada hasil evaluasi dan verifikasi lapangan secara objektif yang dilakukan langsung oleh tim dari BKPM RI.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kinerja pelayanan terpadu satu pintu serta efektivitas percepatan perizinan berusaha di Karawang. Seluruh proses penilaian mencakup verifikasi ketat langsung di lapangan,” ujar Bupati Aep.

Magnet Kuat Investor: Realisasi Investasi Capai Rp20,43 Triliun

Sistem pelayanan perizinan yang responsif, transparan, dan akuntabel terbukti menjadi daya tarik kuat bagi para pelaku usaha. Sepanjang Semester I tahun 2026, Kabupaten Karawang berhasil membukukan nilai investasi fantastis hingga mencapai Rp20,43 triliun.

Berdasarkan data resmi, capaian investasi tersebut terbagi menjadi dua sektor utama:

Penanaman Modal Asing (PMA): Rp15,95 triliun

Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp4,47 triliun

Aktivitas Pelaporan (LKPM): 7.518 laporan, yang terdiri dari 3.164 laporan PMA dan 4.354 laporan PMDN.

Capaian impresif ini sekaligus menempatkan Kabupaten Karawang sebagai daerah tujuan investasi terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, tepat berada di bawah Kabupaten Bekasi.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Serap Lebih dari 15 Ribu Tenaga Kerja

Bupati Aep menegaskan bahwa percepatan perizinan berusaha tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka statistik investasi semata, melainkan untuk memberikan multiplier effect (efek ganda) yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

“Kemudahan perizinan kami dorong agar iklim usaha semakin sehat dan kompetitif. Muara dari seluruh upaya ini adalah terciptanya lapangan kerja baru, bergeraknya roda ekonomi daerah, serta terbukanya peluang usaha bagi warga Karawang,” ungkapnya.

Komitmen tersebut terbukti secara konkret di lapangan. Selama enam bulan pertama tahun 2026, derasnya arus investasi yang masuk ke Karawang sukses menyerap sebanyak 15.030 tenaga kerja lokal, dengan rincian 9.499 orang diserap di sektor PMA dan 5.531 orang di sektor PMDN.

Konsistensi Menjaga Iklim Investasi Berkelanjutan

Menatap masa depan, Pemkab Karawang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi. Berbagai strategi akan terus diperkuat, mulai dari peningkatan mutu layanan perizinan, optimalisasi promosi, hingga pengawalan ketat terhadap setiap proyek investasi agar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat Karawang. (ADV)