FPK Kabupaten Bekasi, melakukan kunjungan dan sosialisasi ke Komunitas NTT

oleh -4 Dilihat
oleh

KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN— Jajaran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bekasi, melakukan kunjungan dan sosialisasi ke Komunitas Nusa Tenggara Timur (NTT) Flobamora yang dilaksanakan di Perum Cluster Cibiru Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Rabu (14/10/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Cibatu terpilih Periode 2026-2034, Ranta; Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH. Akhmad Ghufron; perwakilan Komunitas NTT Flobamora, Demianus; serta jajaran pengurus FPK Kabupaten Bekasi.

Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH. Akhmad Ghufron, mengatakan FPK merupakan organisasi mandatory bentukan pemerintah sesuai Permendagri Nomor 34 tahun 2006. FPK menghimpun berbagai etnis yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

FPK dibentuk karena adanya konflik-konflik etnis yang ada di Indonesia, pemicunya yang paling utama adalah konflik antara suku Dayak dan Madura yang memakan banyak korban jiwa, sehingga ditarik kesimpulan perlunya dibentuk FPK.

“FPK mempunyai tiga fungsi, yang pertama adalah fungsi mensosialisasikan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Kedua fungsi menampung aspirasi dari etnis dan suku, apakah ada kriminalisasi, atau adanya penekanan dalam kesempatan dan pelayanan,” ungkapnya.

Dan fungsi FPK yang ketiga adalah fungsi untuk menyelesaikan masalah atau konflik horizontal antar etnis dan suku yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

KH. Ghufron menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan antar etnis dan suku. Adanya kohesi (pembaruan) antar suku dan etnis di Kabupaten Bekasi, baik kohesi sosial dalam pergaulan sehari-hari maupun kohesi kebudayaan untuk saling mengapresiasi budaya masing-masing.

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku dan etnis. Dengan jumlah mencapai kurang lebih 1.200 etnis, dengan 300 etnis besar di seluruh Indonesia. Indonesia mempunyai sekitar 17 ribu pulau, dengan panjang laut mencapai 1,9 juta dari Sabang sampai Merauke.

“Kemerdekaan Indonesia ini milik semua suku dan etnis. Sahamnya suku NTT sama dengan sahamnya orang Jawa, Sunda, atau Ambon. Oleh karena itu harus ada kesetaraan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, demi utuhnya NKRI,” paparnya.

Menanggapi kunjungan dari FPK, Pembina Rohani Komunitas NTT Flobamora, Zkarias Feoh, mengaku sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi dari jajaran FPK, sehingga pihaknya bisa menyampaikan aspirasi dan meningkatkan rasa toleransi antar etnis di Kabupaten Bekasi.

Zkarias menyampaikan bahwa anggota Komunitas NTT Flobamora di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi mencapai ribuan. Anggota komunitas rutin mengadakan pertemuan dalam rangka menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Para tokoh dan tetua dari Komunitas NTT Flobamora rutin mengadakan pertemuan dan forum rembuk, dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan serta toleransi dengan etnis yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Cibatu terpilih Periode 2026-2034, Ranta, mengatakan kegiatan sosialisasi dari FPK ini sangat penting sebagai langkah preventif agar tidak terjadi konflik antar etnis di Kabupaten Bekasi. Dirinya pun berharap antar etnis bisa guyub dan kompak.

Dirinya berharap antar etnis bisa saling menghormati dan menghargai, ketika ada masalah bisa diselesaikan baik-baik, bukan dengan arogansi dan emosional. Antar etnis terus berinteraksi agar tercipta persatuan dan kesatuan dengan tetap menjaga kebersamaan.

“Desa Cibatu merupakan daerah yang sangat plural, karena itu kami sangat menyambut jika dibentuk pengurus FPK di Desa Cibatu, supaya tercipta keamanan dan kenyamanan. Marilah tetap kita jaga kebersamaan di lingkungan kita supaya tetap kondusif,” tandasnya.(Ely)