Lapas Kelas IIA Cikarang, Lakukan Razia Upaya Deteksi Gangguan Kamtibmas

oleh -3 Dilihat
oleh

KAB BEKASI, MEDIA METROPOLITAN — ‎Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merazia blok hunian sebagai upaya deteksi dini potensi gangguan kamtibmas sekaligus mewujudkan area ‘Zero Halinar’ atau bebas handphone, praktik pungli dan penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan razia dimulai pukul 19.00 WIB diawali apel operasi gabungan,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang Urip Dharma Yoga di Kabupaten Bekasi, Selasa.

Razia ini melibatkan pejabat struktural, staf pegawai dan regu pengamanan Lapas dibantu 25 personel Batalyon D Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya, lima prajurit Koramil 12 Serang Baru, lima anggota Kepolisian Sektor Cikarang Pusat serta empat anggota Badan Narkotika Kabupaten Bekasi.

Urip menjelaskan kegiatan ini sekaligus dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-61.OT.02.02 tahun 2026 perihal peningkatan kewaspadaan dalam rangka deteksi dini pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban pada area Lapas.

“Kegiatan ini merupakan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang dilakukan secara komprehensif serta berkala guna menjaga stabilitas maupun iklim kondusif di lingkungan lapas,” ujarnya.

Petugas terlebih dahulu diberikan pengarahan teknis serta pembagian tugas penggeledahan kamar hunian, dilanjutkan tes urine bagi seluruh personel sebelum menyasar ke warga binaan pemasyarakatan setempat.

Saat melakukan razia, petugas menyita sejumlah barang terlarang untuk kemudian dimusnahkan, antara lain sembilan cermin, tiga selang, dua terminal listrik, lima unit kabel, empat ikat pinggang, 15 bilah benda tajam, tiga kalkulator, lima pasang kartu remi serta empat parfum.

Selanjutnya sembilan gantungan baju, dua sedotan stanless, enam gunting, delapan sendok, empat jam tangan, empat paku serta masing-masing satu unit lesiver TB, centong, barbel, cobek, tumbler, tongkat jemuran, garpu, palu hingga kain.

“Kami juga menemukan 24 korek api, 14 baut, delapan lembar hampelas hingga satu kunci L. Seluruh barang sitaan langsung kita musnahkan,” katanya.

Urip menyatakan razia blok hunian dan tes urine warga binaan berjalan dengan aman serta lancar. Kegiatan serupa dipastikan akan kembali dilaksanakan sebagai bentuk komitmen mewujudkan lingkungan lapas yang kondusif.

“Tadi kami juga melakukan tes urine bagi petugas dan warga binaan bersama BNK Kabupaten Bekasi dengan hasil negatif,” kata dia.(ELY)